FEM Indonesia, Depok – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) meresmikan layanan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), prosedur penanganan batu ginjal yang komprehesif dan modern, tanpa pembedahan terbukadengan minimal invasif atau minimal sayatan.
Teknologi yang digunakan dalam layanan RIRS di RSUI merupakan kolaborasi dengan Dyne Medical Group, perusahaan penyedia teknologi medis terpercaya dari Korea Selatan. Kolaborasi ini mendukung peningkatan kualitaslayanan Urologi RSUI dengan menghadirkan teknologi terkini.
Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) tindakan ini merupakan prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan memasukkanteropong kecil melalui saluran kemih. Setelahnya, DokterUrologi menggunakan laser untuk memecah batu ginjalmenjadi potongan-potongan kecil atau menjadi pasir. Kemudian dikeluarkan dengan keranjang khusus atau alatpengisap untuk tata laksana batu ginjal.
Prosedur RIRS memiliki kelebihan utama yaitu dapatmengatasi batu dengan ukuran 10 – 20 mm tanpa sayatan danluka. Secara tradisional, pembedahan untuk batu ginjaldilakukan dengan membuat sayatan besar untukmengeluarkan batu. Namun, dengan perkembangan teknologikedokteran serta tim medis yang kompeten, penanganan batuginjal dapat dilakukan tanpa pembedahan tebuka.
Direktur Utama RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos menyampaikan bahwa RSUI terusberkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap layananurologi, disampaikan dalam sambutan Peresmian LayananRIRS yang digelar di Auditorium Lt. 4 RSUI,
“Kami berharap kehadiran layanan RIRS ini tidak hanyabermanfaat bagi masyarakat Depok dan sekitarnya, tetapi jugamemperkuat peran RSUI sebagai rumah sakit pendidikanyang terus megembangkan layanan kesehatan terkhusus di bidang urologi yang juga sebagai Layanan Unggulan PusatBatu Ginjal dan Saluran Kemih RSUI dengan ditunjangteknologi mutakhir” ujarnya, di Bicara Sehat bertajuk Layanan RIRS : Prosodur Minimal Invasif Atasi Batu Ginjal, di RSUI, Depok, Kamis (15/5/2025).
Sementara itu, Dokter Spesialis Urologi RSUI, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U, FICS menambahkan bahwa keunggulan RIRS dalam penanganan batu ginjal. “Pasien yang menjalani prosedur ini umumnya akanmengalami lebih sedikit rasa sakit, tanpa bekas luka, danwaktu pemulihan lebih cepat, minim risiko infeksi dankomplikasi lainnya. Pada kasus tertentu manfaat lain dariRIRS adalah untuk pasien yang mengalami batu pada keduaginjal, sehinga menjadi solusi satu sesi tindakan untuk keduasisi ginjal. Tak hanya itu, RIRS juga dapat menjadi alternatifpada penanganan masalah ginjal lainnya seperti penyumbatanatau tumor” jelasnya.
Layanan RIRS di RSUI dapat diakses oleh pasien umum, pengguna asuransi, maupun BPJS Kesehatan serta akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak lapisanmasyarakat. Dengan dukungan fasilitas, prosedur yang terstandarisasi serta teknologi mutakhir, RSUI optimistisdapat memberikan pelayan urologi unggulan sesuai kebutuhanpasien.
Disamping itu RSUI juga memiliki dokter-dokter ahlidibidang urologi yang berkompetensi dalam mendiagnosis, melakukan pengobatan, dan pencegahan pada pasien anakhingga dewasa, dalam menangani gangguan sistem salurankemih (ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra) serta sistemreproduksi. Layanan ini mengkombinasikan keahlian multidisiplin daridokter spesialis urologi, radiolog, anestesiologi dan perawat spesialis yang bekerjoa sama saat melakukan prosedurpengangkatan batu ginjal.
Sebagai informasi, Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi pada siapa saja, prevelensinya mencapai 5-19,1% dalam populasi (hampir satu dalam lima orang yang kita kenal memiliki batu ginjal). Batu ginjal terbentuk darigaram dan mineral dalam ginjal yang akhirnya memadat danmengeras.
Terdapat faktor pendukung terbentuknya batu ginjal diantaranya karena sering menahan kencing, kurang minum air (dehidrasi), kebiasaan konsumsi makan yang tinggi garam, asam urat serta faktor genetik yang dapat memicupembentukan batu ginjal.
Beberapa tanda dan gejala bisa muncul nyeri di perut dan paha, mual-muntah, atau demam (jika batu menyebabkan infeksi). Apabila tidakditangani dengan tepat akan menyebabkan gagal ginjal, nyeriberat dan infeksi.


Tinggalkan Balasan