FEM Depok – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat dalam kongres Persatuany yang akan digelar di Jakarta pada 30 Agustus 2025.

Rusdy menilai, saat ini PWI Pusat membutuhkan pembenahan menyeluruh agar roda organisasi bisa berjalan lebih profesional dan sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi.

“Saya siap maju. Ini semata-mata demi kepentingan seluruh anggota PWI se-Indonesia. Organisasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi anggotanya,” kata Rusdy di Sekretariat PWI Depok, Rabu (28/5/2025).

Menurut Rusdy, keputusan untuk maju bukan karena ambisi pribadi, melainkan dorongan kuat dari situasi yang berkembang serta keinginan tulus membenahi manajemen organisasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan wartawan.

Ia menambahkan, langkah yang akan ditempuhnya jika terpilih nanti adalah merapikan sistem organisasi, memperkuat program peningkatan kompetensi wartawan, hingga memperluas akses kesejahteraan bagi seluruh anggota. “PWI ini milik bersama, bukan milik segelintir orang. Saya ingin mengembalikan marwah PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia yang inklusif dan berdampak nyata bagi anggotanya,” ujar jurnalis senior itu.

Langkah Rusdy ini pun mendapat sambutan hangat dari sejumlah pengurus PWI di daerah yang menilai dirinya sebagai sosok berpengalaman, kritis, dan memahami dinamika organisasi dari bawah.

Seperti diketahui, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun, dan Ketua Umum PWI KLB, Zulmansyah Sekedang, menyepakati susunan panitia Kongres Persatuan PWI. Kesepakatan tersebut dicapai melalui rapat online yang dimediasi anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, Rabu (21/5/2025) malam. Dalam rapat itu, Hendry dan Dahlan di Jakarta sedangkan Zulmansyah di Pekanbaru.

“Panitia Kongres Persatuan yang kami ajukan adalah para senior PWI yang berintegritas, memahami dinamika di PWI dan mudah-mudahan amanah. Diharapkan SC dan OC guyub, kompak, konstitusional, sehingga Kongres PWI Persatuan tetap terselenggara sesuai PD PRT PWI,” kata Zulman

Apapun yang dicapai dalam proses menuju Kongres Persatuan, adalah langkah maju. Dan di ujung tentu diharapkan ada titik temu agar kongres dapat terlaksana. Dan dalam hal ini saya kira, kadang perlu fleksibilitas waktu dalam negosiasi. Yang penting pelaksanaan kongres masih dalam kerangka waktu yang sudah disepakati,” kata Hendry.

Pembentukan panitia Kongres Persatuan merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Jakarta, 16 Mei 2025. Kesepakatan Jakarta berisi rekonsiliasi antara kedua pimpinan PWI. Berdasarkan Kesepakatan Jakarta, konflik akan diselesaikan melalui Kongres Persatuan yang akan digelar di Jakarta paling telat 30 Agustus 2025. 

Menindaklanjuti Kesepakatan Jakarta, Hendry dan Zulmansyah membentuk panitia kongres yang terdiri atas steering committee (SC) dan organising committee (OC). Hendry dan Zulmansyah masing-masing mengusulkan nama untuk posisi kepanitiaan yang sudah disepakati sebelumnya. 

SC, yang mengelola dan memimpin persidangan dalam Kongres Persatuan, dipimpin oleh utusan dari Hendry dan disepakati Zulmansyah. Zulmansyah menyetujui usulan Hendry, yakni Zulkifli Gani Ottoh sebagai Ketua SC.