FEM Indonesia, Jakarta — Film komedi romantis terbaru produksi Starvision dan Rhaya Flicks, Jodoh 3 Bujang, resmi tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini, Kamis 26 Juni 2025. 

Mengusung kisah ringan namun sarat makna, film ini sukses menggelar Gala Premiere di Jakarta dan Makassar dengan sambutan luar biasa meriah dari penonton berbagai kalangan.

Acara Gala Premiere dirancang istimewa. Para pemain hadir mengenakan baju adat Bugis, menciptakan suasana resepsi pernikahan massal yang menggabungkan tiga pasangan dalam satu pelaminan. Menariknya, kostum adat yang dikenakan saat gala merupakan kostum asli dari dalam film, dengan bobot lebih dari 10 kilogram dan didatangkan langsung dari Makassar.

Kemeriahan film Jodoh 3 Bujang tak hanya terasa di Jakarta dan Makassar, tetapi juga meluas ke kota-kota lain seperti Banjarmasin, Palu, Padang, Medan, Palembang, Yogyakarta, Kendari, hingga Samarinda. Di kota-kota tersebut, tiket special show ludes terjual. Film ini menghadirkan kisah cinta yang dikemas dalam komedi segar, dan dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, dari muda hingga tua.

“Lewat film ini, kami ingin menyampaikan nilai-nilai perjuangan mencari cinta dan pentingnya kebahagiaan dalam keluarga. Ini adalah doa sekaligus harapan bagi para jomblo agar segera dipertemukan dengan jodohnya,” ujar produser Chand Parwez Servia.

Disutradarai oleh Arfan Sabran dan diproduseri oleh Chand Parwez Servia bersama Futih Aljihadi, film Jodoh 3 Bujang diangkat dari kisah nyata yang sempat viral tentang pernikahan kembar dan tantangan dalam menemukan jodoh. Ceritanya tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh dan membangkitkan empati penonton.

Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris muda berbakat seperti Jourdy Pranata, Aisha Nurra Datau, Maizura, Christoffer Nelwan, Barbie Arzetta, Rey Bong, Elsa Japasal, serta didukung oleh aktor senior seperti Arswendy Bening Swara, Cut Mini, Nugie, dan Zakaribo

Tiga bujang bersaudara, Fadly, Kifly, dan Ahmad diminta orang tua mereka untuk menikah secara bersamaan atau “nikah kembar”, demi efisiensi biaya dan tradisi. Namun, konflik muncul ketika calon pasangan Fadly justru dijodohkan dengan pria lain yang lebih mapan. Fadly pun harus segera menemukan calon pengganti agar pernikahan kembar mereka tidak batal. Perjalanan penuh kejutan, tawa, dan air mata pun dimulai.