FEM Indonesia, Jakarta — Menjelang Kongres Nasional ASPIKOM ke-7 yang akan digelar di Makassar, Rocky Prasetyo Jati resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum ASPIKOM periode 2025–2028. Mengusung tagline “Kolaborasi Kreatif untuk ASPIKOM Berdampak,” Rocky menawarkan visi progresif yang menekankan pentingnya jejaring kolaboratif antarkampus demi membangun ekosistem komunikasi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“ASPIKOM tidak boleh berhenti sebagai forum administratif atau simbolik. Ini harus menjadi ruang sinergi akademik yang aktif, terbuka, dan produktif,” tegas Rocky saat diwawancarai usai pertemuan pra-kongres, Senin (21/7).
Tagar #ASPIKOMBERDAMPAK, menurutnya, bukan sekadar jargon kampanye. Ia menyebutnya sebagai “peta jalan konkret” untuk mentransformasi organisasi menjadi motor inovasi akademik, sosial, dan kebijakan publik. Fokus utama yang ia garisbawahi mencakup tiga ranah:
• Akademik: Mendorong inovasi kurikulum, memperkuat riset kolaboratif lintas kampus, dan meningkatkan kualitas pengajaran Ilmu Komunikasi.
• Sosial: Mewujudkan pengabdian masyarakat yang aplikatif, relevan, dan berkelanjutan.
• Kebijakan: Menjadikan ASPIKOM mitra strategis dalam merumuskan arah kebijakan komunikasi nasional bersama pemerintah dan industri.
Rocky juga mengusulkan agar ASPIKOM menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa. Hal ini ia padukan dengan peningkatan tata kelola organisasi yang profesional, penguatan identitas kelembagaan, serta pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kita perlu membangun kolaborasi kreatif yang nyata. Setiap program harus memiliki luaran yang bisa diukur dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.
Lahir di Ambarawa, Rocky Prasetyo Jati bukan nama baru di dunia komunikasi maupun organisasi profesi. Ia memulai kiprahnya sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta dan kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif (FKDK), sebuah fakultas yang memadukan komunikasi dengan industri kreatif.
Di lingkungan ASPIKOM, Rocky telah menapaki berbagai posisi strategis selama lebih dari satu dekade:
• Bendahara ASPIKOM Korwil Jabodetabek (2013–2016)
• Sekretaris Jenderal ASPIKOM Nasional (2016–2019)
• Ketua Departemen Organisasi (2019–2022)
Konsistensi ini menjadi bukti dedikasinya dalam memperkuat jaringan kelembagaan Ilmu Komunikasi secara nasional.
Kongres Nasional ASPIKOM ke-7 akan berlangsung pada 31 Juli 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, momen ini juga akan menentukan arah masa depan organisasi tiga tahun ke depan. Rocky mengajak seluruh anggota untuk menjadikan kongres sebagai titik balik menuju ASPIKOM yang lebih solid, progresif, dan berdampak.
“Makassar bukan sekadar tempat bertemu, tapi panggung lahirnya langkah besar. Mari kita satukan langkah untuk mewujudkan ASPIKOM yang relevan dengan tantangan zaman dan benar-benar memberi manfaat bagi akademisi dan masyarakat luas,” pungkas Rocky.


Tinggalkan Balasan