FEM Indonesia, Jakarta – Dalam rangka memperingati World Mangrove Day 2025, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan hidup dengan menggelar kegiatan penanaman 3.000 bibit mangrove di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara.

Kegiatan yang mengusung tema “Hari Ini untuk Mangrove, Hari Esok untuk Kita Semua” ini diikuti oleh ratusan mahasiswa, jajaran dosen, dan pimpinan STMA Trisakti, serta perwakilan dari berbagai lembaga regulator dan pelaku industri keuangan, khususnya sektor asuransi. Lebih dari 30 institusi turut berpartisipasi aktif, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, serta perusahaan-perusahaan sponsor seperti Great Eastern, BRI Life, Indolife, Tugu Reasuransi, dan Dayin Mitra.

Edukasi Lingkungan sebagai Bagian dari Pembelajaran

Ketua STMA Trisakti sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Antonius Anton Lie, S.E., M.M., menegaskan bahwa penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari integrasi isu lingkungan ke dalam proses pembelajaran mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa menjaga lingkungan bukanlah isu terpisah dari profesi mereka di masa depan. Dalam industri asuransi sekalipun, manajemen risiko lingkungan menjadi hal yang semakin penting. Dengan menanam mangrove, mereka belajar tentang keberlanjutan secara nyata,” ujar Dr. Anton Lie.

Ia juga menambahkan bahwa ini adalah tahun keenam secara berturut-turut STMA Trisakti berkontribusi dalam reboisasi mangrove, khususnya di wilayah pesisir Jakarta.

Dukungan dari Yayasan Trisakti dan Lembaga Pemerintah

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Yayasan Trisakti, yang menaungi STMA Trisakti dan berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya. Direktur Operasional Yayasan Trisakti, Arya Pradipta, S.E., Ak., M.E., CE., menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

“Kami melihat inisiatif seperti ini bukan sebagai kegiatan tambahan, tetapi sebagai bagian integral dari tridharma. Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli pada lingkungan dan sosial,” ungkapnya.

Tri Munanto, S.E., M.Ak., Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi konsistensi STMA Trisakti dalam menyelenggarakan kegiatan berbasis lingkungan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai teladan pendidikan hijau yang berdampak nyata dan layak dijadikan contoh bagi perguruan tinggi lain.

Kolaborasi Multi-Stakeholder untuk Masa Depan Pesisir

Dukungan juga datang dari regulator dan tokoh-tokoh penting industri asuransi dan lingkungan. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem dan Perairan Darat KLHK, Puji Iswari, S.Hut., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata kolaborasi antar pihak.

“Ini sudah tahun ketujuh STMA Trisakti menunjukkan komitmen terhadap ekosistem mangrove. Apalagi pada 5 Juni lalu, Presiden telah menerbitkan PP No. 27 Tahun 2025 tentang perlindungan dan pengelolaan hutan mangrove. Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Billy Bhayangkara, menekankan pentingnya peran serta industri asuransi dalam kegiatan sosial dan lingkungan. “Melalui kegiatan ini, industri asuransi bisa go beyond the industry, ikut melayani masyarakat bukan hanya melalui produk, tapi juga melalui kontribusi terhadap lingkungan,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menambahkan bahwa kegiatan kolaboratif ini telah berevolusi dari kegiatan sektoral menjadi gerakan lintas sektor yang melibatkan akademisi, regulator, industri, dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini bisa menjadi kontribusi kita untuk membangun hutan kota yang menekan polusi udara. Apalagi Jakarta kini termasuk tiga kota terpolusi di dunia. Kami mendukung inisiatif ini tidak hanya di Jakarta, tapi juga di wilayah lain,” ujarnya.

Ketua Dewan Kehormatan APPARINDO, Kapler Marpaung, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap industri perasuransian melalui pendekatan sosial dan lingkungan.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat bisa melihat sisi lain dari industri asuransi yang peduli terhadap lingkungan dan ikut serta dalam pelestariannya,” katanya.

Mangrove: Benteng Alami yang Kaya Manfaat

Mangrove memainkan peran penting dalam ekosistem pesisir. Selain menyerap karbon lima kali lebih banyak dari hutan daratan, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, gelombang laut, dan badai, serta membantu menjaga kualitas air dan keanekaragaman hayati.

“Ini adalah model pembelajaran yang tidak bisa diajarkan di ruang kelas. Mahasiswa turun langsung ke lapangan, menyentuh tanah, melihat perubahan, dan merasakan dampaknya,” ujar salah satu dosen pendamping.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta, Romy Sidharta, mengapresiasi kontribusi STMA Trisakti dan mitranya terhadap program rehabilitasi kawasan pesisir Jakarta “Kami punya target menanam mangrove sejauh satu kilometer tiap tahun dengan ketebalan 50 meter dari tepi laut. Kolaborasi ini sangat membantu merealisasikan target tersebut,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan bibit pohon mangrove dari perusahaan sponsor kepada STMA Trisakti, yang kemudian diserahkan kepada pengelola kawasan untuk ditanam bersama seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, STMA Trisakti berharap dapat memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa dan memperluas kolaborasi dengan dunia industri. World Mangrove Day 2025 bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi tonggak penting dalam membangun masa depan Jakarta yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.