FEM Depok — Aktivis Kota Depok, Kasno, menyoroti pernyataan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Depok, Babai Suhaemi, yang sebelumnya mengkritik sejumlah pejabat Pemkot Depok karena dinilai kerap absen dalam rapat-rapat penting, termasuk rapat paripurna.

Menurut Kasno, kritik tersebut sah saja disampaikan oleh seorang legislator. Namun, ia menilai salah satu anggota dewan juga perlu melihat kondisi internal DPRD Kota Depok sebelum melontarkan penilaian terhadap pihak eksekutif.

“Sebelum mengkritik orang lain, benahi dulu perilaku dan moral internal DPRD. Jangan malah sebaliknya,” ucap Kasno kepada FEM Depok, Selasa (11/11).

Kasno juga menyebut adanya dugaan beberapa anggota DPRD Kota Depok yang juga kerap tidak menghadiri sidang paripurna. Selain itu, ia menyoroti dugaan aktivitas inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah oknum anggota DPRD ke lokasi usaha dan kawasan perumahan tanpa surat tugas resmi dari unsur pimpinan dewan.

Ia mengingatkan bahwa sidak tanpa mandat berpotensi menyalahi aturan dan dapat menyerupai pengambilalihan tugas Satpol PP yang memiliki kewenangan penegakan di lapangan.

“Jika benar ada sidak tanpa surat tugas, itu justru berbahaya dan menimbulkan kesan penyalahgunaan fungsi. DPRD harus memberi contoh yang baik,” tegas Kasno.

Kasno yang kini menjabar ketua RT Dikediamanya, menegaskan bahwa kritik dari para anggota Dewan sendiri tetap penting, namun ia berharap evaluasi internal DPRD juga dilakukan demi menjaga marwah lembaga legislatif.