FEM Indonesia, Tangerang – Seniman musik asal Aceh, Rafly Kande, tampil memukau dalam acara ngamen kemanusiaan untuk membantu korban banjir bandang Aceh pada Minggu (7/12) malam di Kedai Sudut Selatan, Bintaro Barat, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Acara bertajuk “Rafly Kande Peduli Aceh” yang digagas Sahabat Kuliner itu berhasil menghipnotis para pengunjung dan menghadirkan kehangatan solidaritas.
Dalam penampilan berdurasi hampir tiga jam, Rafly tampil solo dan juga berkolaborasi dengan Group Musik Keubitbit, membawakan lagu-lagu andalannya seperti Mumang, Aneuk Yatim, Bumoe, hingga Seulanga. Ia juga sempat berduet dengan musisi Maxi Of Soul dalam salah satu sesi, membuat suasana semakin meriah namun tetap penuh empati.

Di sela penampilannya, Rafly menyampaikan keprihatinannya terhadap musibah banjir bandang yang melanda Aceh, yang menelan banyak korban dan merusak infrastruktur. Ia turut menyinggung persoalan pembabatan hutan untuk perkebunan sawit yang diduga menjadi pemicu bencana.
Tak hanya bernyanyi, Rafly juga melelang beberapa lagu yang dinyanyikannya langsung untuk meningkatkan penggalangan dana. Menurut panitia, J. Kamal Farza, seluruh donasi yang terkumpul akan dibawa langsung oleh Rafly Kande dan tim ke lokasi bencana di Aceh.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan publik figur, termasuk Mahendra Adhar, aktor sinetron dan FTV asal Lhokseumawe. Hadir pula tokoh Aceh seperti Kamal Farza, pengacara Nasrudin, S.H, Teuku Ismuhadi, dan Zoel Abbas.

Mahendra Adhar mengaku sangat mendukung kegiatan yang dipelopori Rafly Kande tersebut. Menurutnya, aksi solidaritas seperti ini sangat penting untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“Karena dalam pemulihan bencana kita harus kompak dan berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi wujud nyata persaudaraan dan solidaritas antarwarga. “Harapan saya, rakyat Aceh segera mendapatkan bantuan, anak-anak bisa kembali sekolah, ekonomi pulih, dan jembatan serta jalan yang rusak dapat diperbaiki secepatnya,” katanya.

Mahendra yang mengidolakan Rafly Kande juga mengungkapkan bahwa salah satu lagu favoritnya adalah Lahaula Walaquwwata. “Lagu itu bermakna memohon kekuatan dan pertolongan Allah dalam setiap kehidupan,” ungkapnya.
Sementara itu, pengacara Nasrudin S.H berharap acara seperti ini bisa dihadiri lebih banyak kalangan profesional ke depannya. “Musik bisa mempersatukan masyarakat dalam membantu Aceh. Contohnya lewat ngamen kemanusiaan Rafly Kande ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Rafly Kande bersama Keubitbit juga menggelar Showcase Spesial pada Rabu (3/12) di Kedai Aceh Lampoh Kemang, Jakarta Selatan. Penampilan itu juga sukses mengumpulkan dana kemanusiaan yang akan disalurkan untuk korban banjir bandang di Aceh. Program “Rafly Kande Peduli Aceh” rencananya akan digelar di berbagai kota lain untuk memperluas gerakan solidaritas ini.

Dikenal sebagai seniman musik Aceh yang telah berkarya lebih dari tiga dekade, Rafly Kande memiliki reputasi internasional. Namanya sudah melanglang buana di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga beberapa negara Eropa seperti Polandia dan Skotlandia.
Aksi kemanusiaannya melalui musik kembali membuktikan bahwa karya seni dapat menjadi jembatan empati untuk membantu sesama.


Tinggalkan Balasan