FEM Indonesia, Jakarta — Chandra Wahyu Haryo Susilo, pendiri Bonte Center yang akrab disapa Mr. BONTE, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengabdian sosial melalui peluncuran program kemanusiaan bertajuk “Bonte Cari Pahala Sabang Merauke 2026–2029”.
Program ini langsung mendapat sambutan dan dukungan luas dari berbagai kalangan, mulai dari artis, pejabat, hingga organisasi masyarakat.
Program Bonte Cari Pahala Sabang Merauke merupakan gerakan sosial berskala nasional yang berfokus pada pelatihan praktisi kesehatan tradisional serta pelayanan kesehatan tradisional gratis bagi masyarakat. Inisiatif ini dinilai memiliki manfaat nyata, khususnya bagi wilayah-wilayah yang masih terbatas akses layanan kesehatannya.
Dukungan internasional pun datang dari Los Angeles, Amerika Serikat. Salah satunya disampaikan oleh penyanyi dangdut Indah Sari, yang telah lama mengenal Chandra Wahyu dan merasakan langsung manfaat Bonte Treatment.
Indah Sari yang saat ini juga tengah menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku mempercayakan keluarganya pada layanan Bonte Center.
“Anak saya pernah mengalami keluhan kesehatan dan langsung diarahkan ke Bonte Center. Alhamdulillah, keluhannya cepat teratasi,” ungkap Indah Sari.
Tak hanya di bidang kesehatan, dalam rangkaian roadshow Bonte Cari Pahala Sabang Merauke, Chandra Wahyu juga berencana membuka klinik hukum gratis di sejumlah daerah. Klinik hukum ini akan dipimpin oleh Zainal Abidin, S.H., didampingi oleh Jhoshienie Aurelial serta Indah Sari sebagai bagian dari tim pendamping di bidang hukum.
Chandra Wahyu menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan sosial seremonial, melainkan sebuah program berkelanjutan yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penguatan peran kesehatan tradisional.
“Bonte Cari Pahala bukan hanya tentang membantu sesaat, tapi membekali masyarakat dengan kemampuan dasar pelayanan kesehatan tradisional agar mereka lebih mandiri,” ujar Chandra Wahyu.
Ia juga berharap program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sehingga dapat menjadi salah satu program unggulan daerah dalam penguatan kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal.
Dalam tahap awal, Chandra Wahyu memilih menyasar daerah-daerah yang tidak sedang terdampak bencana alam. Langkah ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat dengan keterampilan kesehatan tradisional, sehingga saat bencana terjadi, mereka dapat membantu lingkungan sekitarnya sambil menunggu bantuan dari pemerintah.
Chandra Wahyu bersama Zainal Abidin, S.H. dan tim hukum menegaskan bahwa Bonte Center bukanlah tim medis. “Kami adalah praktisi kesehatan tradisional yang akan bahu-membahu dengan tenaga medis profesional, masing-masing dengan tugas dan keahliannya, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dengan dukungan lintas sektor dan semangat kemanusiaan, program Bonte Cari Pahala Sabang Merauke 2026–2029 diharapkan menjadi gerakan sosial inspiratif yang membawa manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.


Tinggalkan Balasan