FEM Depok – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen politik Islam yang berorientasi pada kesejahteraan umat dan pembangunan berkeadilan.

Legislator PPP, Hj. Qonita Lutfiyah, SE, MM, menegaskan bahwa perjalanan PPP selama lebih dari lima dekade membuktikan politik Islam bukanlah alat pemecah belah, melainkan rahmat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam peringatan Harlah ke-53 PPP yang digelar pada Senin (5/1/2026), Qonita menyampaikan bahwa PPP memaknai politik sebagai bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh amanah dan tanggung jawab.

“Perjuangan kita lahir dari iman, bukan semata-mata untuk mengejar kekuasaan. Setiap langkah politik harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada rakyat maupun kepada Allah SWT,” ujar Qonita.

Ia menekankan bahwa khittah politik Islam bukan sekadar identitas historis PPP, melainkan pedoman utama dalam merumuskan kebijakan. Nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan persatuan, menurutnya, harus menjadi kompas dalam menghadapi dinamika sosial-politik yang kerap diwarnai polarisasi.

Menyoroti kondisi Kota Depok, Qonita menilai kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi contoh kota religius-modern. Karakter masyarakat Depok yang religius namun dinamis membutuhkan arah pembangunan yang mampu menyelaraskan nilai keagamaan dengan tuntutan kemajuan zaman.

“Nilai agama tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia harus diwujudkan dalam kebijakan nyata, mulai dari peningkatan pelayanan publik, keadilan sosial, hingga pembangunan ekonomi yang merata,” katanya.

Lebih lanjut, Qonita mengajak seluruh kader dan elemen PPP menjadikan momentum Harlah ke-53 sebagai ajang memperkuat kerja-kerja kerakyatan serta konsolidasi internal partai. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan hanyalah sarana untuk menunaikan amanah kepada masyarakat.

“Kami berharap Depok tidak hanya dikenal sebagai kota religius, tetapi juga modern, inklusif, dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warganya. Dengan agama sebagai landasan moral dan kemajuan sebagai tujuan bersama, hal itu insyaallah dapat terwujud,” pungkasnya.