FEM Indonesia — Serial drama religi Walid (Heaven’s Reign) menghadirkan konflik perebutan kekuasaan sebagai inti cerita, dengan iman menjadi medan pertarungan paling berbahaya.
Serial ini mengikuti perjalanan Walid, tokoh yang berupaya kembali mengendalikan pengaruhnya setelah masa kejayaannya runtuh akibat pelanggaran hukum.
Di tempat persembunyian barunya, Walid membangun aliansi dengan Habiburrahman, seorang penceramah muda yang dikenal karismatik dengan retorika tajam. Namun di balik citra religiusnya, Habiburrahman menyimpan ambisi besar untuk menguasai keyakinan para pengikut. Hubungan keduanya perlahan berkembang menjadi konflik laten, di mana dakwah, keputusan, dan narasi agama berubah menjadi alat perebutan kendali spiritual maupun sosial.
Lapisan konflik personal turut menguat melalui kehadiran Ummi Hafizah, istri Walid yang hidup dalam keterasingan. Ia berusaha mengembalikan para pengikut pada ajaran yang diyakininya lebih murni, sembari bergulat dengan luka batin atas pilihan hidup sang suami.
Sementara itu, Ustaz Fateh tampil sebagai figur penyeimbang. Mentor lama Walid tersebut kembali dari Kairo dengan satu misi terakhir: menyelamatkan muridnya dari jalan yang dianggap menyimpang.
Serial ini sengaja menempatkan penonton dalam wilayah abu-abu moral, di mana batas antara ketulusan dan manipulasi menjadi samar. Setiap karakter membawa tafsir iman yang berbeda, sekaligus kepentingan yang saling berbenturan.
Menurut pihak Viu, pendekatan tersebut dirancang untuk memicu refleksi kritis, bukan sekadar menghadirkan sensasi dramatis. Melalui cerita ini, Walid diharapkan membuka ruang diskusi mengenai bagaimana agama dapat menjadi sumber pencerahan sekaligus alat dominasi.
Dengan konflik yang dibangun perlahan namun intens, Walid menawarkan pengalaman menonton emosional dan menggugah, sekaligus memperkuat identitas Viu sebagai platform yang menghadirkan serial berani dan relevan.


Tinggalkan Balasan