FEM Indonesia — Di tengah industri musik Indonesia yang kian terobsesi pada rumus “viral dulu baru hits”, nama IKAPUTRI justru hadir dengan pendekatan berbeda. Alih-alih mengejar sensasi TikTok, vokalis berjam terbang internasional ini memilih strategi matang dan fondasi musikal yang kuat dalam comeback-nya setelah hampir satu dekade hiatus.
IKAPUTRI menyadari lanskap industri telah berubah. Media sosial dan algoritma streaming kini menjadi gerbang utama sebuah lagu untuk “terbang”. Namun bagi Ika, kesuksesan tidak semata ditentukan oleh seberapa cepat potongan lagu dipakai sebagai backsound konten. Ia melihat musik sebagai produk seni yang harus dikelola dengan visi, bukan sekadar mengikuti arus tren digital.
Comeback-nya bukan sekadar nostalgia. Sosoknya kini dikenal sebagai profesional yang piawai membagi peran antara dunia korporasi dan industri kreatif. Profesionalisme itu diterapkan pula dalam manajemen karier musiknya setiap langkah diperhitungkan secara rasional, terukur, dan strategis.
Kesadaran tersebut terlihat dari strategi penetrasi pasar yang ia lakukan. Selain memaksimalkan distribusi digital, Ika tetap menjalankan visit radio di Surabaya dan sekitarnya. Pendekatan ini memadukan jalur konvensional yang membumi dengan kekuatan streaming modern, termasuk menggandeng tim kreatif muda dengan jejaring playlist independen.
Hasilnya berbicara. Lagu Sadis yang ia bawakan berhasil meraih lebih dari 115.000 streams dalam waktu kurang dari dua bulan sejak rilis. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa karya berkualitas tetap menemukan pendengarnya tanpa harus meledak lewat gimmick viral.
Pemilihan lagu ini juga bukan keputusan impulsif. Karya ciptaan Bebi Romeo tersebut telah lama ingin ia interpretasikan. Bersama rumah produksi BHS Productions dan aransemen dari Irwan Simanjuntak, ia menghadirkan versi yang tenang namun menghujam tidak meledak-ledak, melainkan menyajikan sayatan emosi subtil dan elegan.
Jejak karier IKAPUTRI sendiri tak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah menorehkan prestasi di panggung internasional serta beberapa kali masuk nominasi AMI Awards. Tiga album dan sejumlah hits seperti Aku Perawan dan Mr. Judge menjadi fondasi reputasinya sebagai vokalis dengan kualitas vokal mumpuni.
Kini, dengan dukungan Trinity Optima Production sebagai aggregator, “Sadis” berhasil menembus empat Official Playlist di Spotify termasuk Bukan Cover Biasa, Woman of Indonesia, Musik Akhir Pekan, dan Fresh Find Indonesia. Pencapaian ini mempertegas bahwa identitas musikal yang konsisten masih relevan di mata kurator modern.
Pada akhirnya, IKAPUTRI membuktikan satu hal penting: di tengah euforia viralitas, kualitas vokal, interpretasi emosional, dan strategi distribusi cerdas tetap menjadi mata uang utama. “Sadis” mungkin tidak lahir dari ledakan TikTok, tetapi tumbuh dari fondasi musikalitas matang ironi indah ketika kepedihan justru disajikan dengan kelas dan keanggunan. [foto dok: ibonk]


Tinggalkan Balasan