FEM Indonesia, Jakarta – Yayasan Peduli Anak Indonesia (Yapena) pimpinan aktris senior Erna Santoso menggandeng Emtek Group dan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPp) SCTV-Indosiar menggelar acara buka bersama 1.000 anak yatim piatu, disabilitas, dan dhuafa yang berasal dari beberpa kota diseluruh Indonesia.

Acara yang melibatkan artis dan penyanyi seperti Ardina Rasti dan Ary Dwi Andhika, Ozy Syahputra, Ratna Listy, Elly Ermawati, Fredy Prahman-pedangdut Ayu dan vokal grup mantan pramugari Garuda Indonesia di gelar sukses Gedung Serba Guna Masjid Baiturahman DPR, Jakarta, Sabtu (14/3).

Ketua Umum YPP SCTV Indosiar Imam Sudjarwo mengatakan, bahwa kegiatan tersebut rutin digelar saat bulan Ramadan dan sudah diselenggarakan selama 10 tahun. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian YPP SCTV-Indosiar dan Yapena kepada anak-anak yatim piatu.

Ketua Umum YPP SCTV Indosiar Imam Sudjarwo
Ketua Umum YPP SCTV Indosiar Imam Sudjarwo

“Kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan, hampir sudah 10 tahun. Ini adalah wujud kepedulian dari Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih dan Yayasan Pena bagaimana kita untuk memberikan sentuhan kepada anak-anak yatim piatu ini, khususnya di bulan suci Ramadan,” kata Imam kepada sejumlah awak media.

Imam juga menyampaikan, kegiatan tersebut tak hanya buka puasa bersama saja. YPP SCTV-Indosiar bersama Yapena juga memberikan bingkisan berupa alat salat, baju, peci, hingga penghargaan kepada anak yatim piatu, disabilitas, dan dhuafa yang hadir.

“Dalam acara itu ada juga gelaran tari-tarian juga yang menunjukkan adat dari bangsa Indonesia yaitu, Tari Nusantara yang justru ini memberikan pembekalan kepada anak-anak yatim piatu ini,” ungkapnya.


Imam berharap masa depan anak-anak tersebut dapat lebih baik kedepannya demi kemajuan bangsa Indonesia. Dia juga berharap agar kegiatan yang digelar YPP SCTV-Indosiar dapat memberikan manfaat kepada mereka yang kurang beruntung dari sisi ekonomi.

“Ini adalah wujud kepedulian. Kita ikut merasakan bagaimana mereka dan juga dia bisa ikut merasakan bagaimana untuk melaksanakan kegiatan puasa di bulan suci Ramadan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat bagi mereka semua, mereka yang kurang beruntung,” papar Imam.

Acara buka puasa bersama dan pembagian bingkisan tersebut akan kembali digelar rutin pada bulan suci Ramadan tahun depan. Bahkan, Imam ingin jumlah anak-anak yang hadir semakin banyak. “Terus kita akan lakukan ke depan. Mudah-mudahan juga kita terus lanjutkan dan juga lebih, kalau bisa kita lebih tingkatkan lagi dari segi jumlah maupun segi kualitas pelaksanaannya,” katanya.


Sementara itu, Ketua Umum Yapena Indonesia Erna Santoso menambahkan dapat terus menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama YPP SCTV-Indosiar di tahun-tahun ke depan. Dia menyampaikan kegiatan tersebut dapat membantu anak-anak yatim, dhuafa, dan disabilitas menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Jadi, kita biasanya dapat perangkat salat dari YPP itu kan. Jadi ada mukena baru, sajadah baru, terus sarung baru, peci, dan sebagainya. Itu sesuatu yang gimana sih, maknyes untuk anak-anak itu. Jadi, walaupun orang dhuafa pun, mereka nggak punya baju baru, mereka dapat sarung dan sajadah,” jelas Erna.

Ibunda dari aktris Ardina Rasti ini juga mengharapkan yang dipakai untuk doa mereka. Doa mereka itu adalah kemajuan kita, keselamatan kita,” harapnya.


Dalam rangkaian acara bukber dan santunan, aktris senior era 80-90 an ini mengatakan dalam acara juga memberikan sejumlah penghargaan kepada anak anak yatim yang mengikuti lomba melukis tentang perdamain Dunia PBB yang di inisiasi Vision Of Piece.

Selain itu memberikan penghargaan kepada sejumlah selebriti dan orang-orang yang telah membantu terselenggeranya bukber ini dari berbagai daerah dan negara tetangga.


Acara bukber ini kata aktris peraih piala Citra pada tahun 80-90 ini tak berhenti hari ini saja tapi kita akan menggelar kembali di beberapa pesantren di Gunung Gede, Cianjur dan Sukabumi  Jawa Barat, selama tiga hari roadshow pada tanggal 16 17 18 Maret ini.

“Mohon do’anya agar diberikan kelancaran karena acara nanti digelar di 3 pesantren di desa terpencil yang sulit dijangkau untuk sama santunan dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan anak pesantren,” pungkas Erna.