FEM Indonesia, Jakarta — Dalam suasana perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Ikatan Alumni SMPN 85 Jakarta (Ikadelima) menggelar acara halal bihalal yang dikemas melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film The Hostage’s Hero. Kegiatan tersebut berlangsung di XXI Pondok Indah, Jakarta, Jumat (2/4/2026).

Ketua Ikadelima Jakarta, Abdul Rahman Mandole, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 128 alumni SMPN 85 Jakarta dari berbagai angkatan. Menurutnya, momen libur Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antaralumni.

“Kebetulan masih suasana Idul Fitri, halal bihalal dan silaturahmi ini dilakukan melalui nonton bareng. Acara ini juga menjadi wujud kekompakan dan kebersamaan para alumni,” ujar Abdul Rahman.

Ia menjelaskan, film The Hostage’s Hero dipilih karena dinilai inspiratif, sarat pembelajaran, sekaligus menghibur. Film ini mengangkat aksi patriotik TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

Abdul Rahman juga menyoroti kebanggaan alumni terhadap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali, yang merupakan alumni SMPN 85 Jakarta angkatan 1982.

“Kami bangga karena beliau telah mengharumkan nama almamater,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta nobar, Didin Yuniardi, menilai film tersebut menunjukkan kualitas perfilman Indonesia yang mampu bersaing dengan film internasional.

“Film Indonesia layak sejajar dengan film Barat, sarat inspirasi dengan teknik perfilman yang membanggakan. Ini juga menjadi tontonan yang penting sebagai bagian dari sejarah,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam gala premiere film, KSAL Laksamana Muhammad Ali menekankan pentingnya mengangkat kisah nyata keberhasilan TNI AL dalam membebaskan kapal MT Pematang dari aksi pembajakan di Selat Malaka pada 2004.

Ia menyebut, keberhasilan tersebut merupakan prestasi yang patut diketahui publik luas karena tidak banyak angkatan laut di dunia yang mampu melakukan operasi pembebasan sandera dengan hasil sempurna.

Film The Hostage’s Hero sendiri mulai tayang di bioskop sejak 2 April 2026. Film ini dibintangi oleh Donny Alamsyah sebagai Letkol Taufiq, serta didukung oleh Rifky Balweel, Yama Carlos, Aditya Herpavi, dan Choky Sitohang. Film ini disutradarai oleh Revo S. Ruriut.

Diangkat dari kisah nyata, film ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pengingat akan dedikasi prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air di tengah masyarakat.