FEM Indonesia, JAKARTA – Kepercayaan masyarakat tentang kucing hitam yang melompati jenazah hingga membuat orang mati hidup kembali telah lama menjadi bagian dari mitos dan cerita rakyat di sejumlah daerah di Jawa.
Meski secara medis maupun dalam ajaran agama-agama Samawi seperti Islam, Kristen, dan Yahudi hal tersebut tidak memiliki dasar ilmiah maupun teologis, kisah tersebut tetap menjadi inspirasi bagi berbagai karya horor di Indonesia.
Mitos tersebut menjadi landasan cerita film horor terbaru berjudul Kucing Hitam karya sutradara Jose Poernomo. Film yang mulai tayang di bioskop pada 4 Juni 2026 ini menghadirkan kisah teror supranatural yang menimpa sebuah keluarga setelah mereka membawa pulang seekor kucing hitam liar misterius.
Cerita berpusat pada Natalie, seorang psikiater yang diperankan oleh Caroline Zachrie. Ia hidup bersama suaminya Vincent yang diperankan Marcelino Lefrandtserta dua putri mereka, Jessica dan Thalita.
Kehidupan keluarga tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika Jessica meninggal dunia setelah secara tragis menikam lehernya sendiri. Tidak lama kemudian, Vincent juga tewas dalam sebuah kecelakaan saat mengendarai mobil. Namun kematian keduanya ternyata bukan akhir dari segalanya.
Setelah kemunculan seekor kucing hitam misterius, Jessica dan Vincent kembali hidup. Meski memiliki wajah dan penampilan yang sama seperti sebelumnya, keduanya berubah menjadi sosok asing yang dingin dan penuh misteri. Natalie perlahan menyadari bahwa orang-orang yang kembali ke rumahnya bukan lagi keluarga yang ia kenal.
Teror semakin mencekam ketika Natalie terjebak dalam rumah yang kini dihuni entitas-entitas pengganti yang diduga dikendalikan oleh kekuatan gaib sang kucing hitam. Ketegangan dibangun melalui rangkaian kejadian supranatural yang mengaburkan batas antara kenyataan dan dunia mistis.
Film berdurasi 87 menit ini juga memanfaatkan teknologi CGI dan kecerdasan buatan (AI) dalam sejumlah adegan untuk memperkuat efek visual dan atmosfer horornya. Dari sisi klasifikasi penonton, film ini telah mendapatkan kategori usia 13 tahun ke atas dari Lembaga Sensor Film (LSF).
Dengan mengangkat mitos lokal yang masih dikenal masyarakat, Kucing Hitammenawarkan perpaduan antara horor psikologis dan unsur supranatural khas Indonesia. Film ini menjadi salah satu sajian horor nasional yang mencoba mengeksplorasi ketakutan manusia terhadap kematian, kehilangan, dan kemungkinan hadirnya sesuatu yang kembali dari alam yang seharusnya tak bisa disentuh lagi.


Tinggalkan Balasan