FEM Indonesia, Jakarta – Lebih kurang 32 jenis serangga dan 12 jenis kupu-kupu ikut serta dalam program Explore The Jungle di Mal Ciputra Jakarta sejak 19 Juni hingga 12 Juli 2026. Kehadiran puluhan jenis serangga dan kupu-kupu di pusat perbelanjaan tersebut sebagai upaya edukasi dan mengenalkan hewan itu kepada para pengunjung.
Hal ini dibenarkan pakar atai pecinta serangga, Nadhif, saat dijumpai Femindonesia.com secara eksklusif akhir pekan lalu. Menurut laki-laki berusia 15 tahun itu, keikutsertaan dalam program Mal Ciputra Jakarta dapat menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung.
“Kita membawa serangga dan kupu-kupu disini untuk diedukasikan. Kita mengedukasi para pengunjung bagaimana peranan di alam, jadi ekosistem separti apa, kemudian pemeliharaan kayak apa jika ingin memelihara. Sebenarnya serangga ini enggak semuanya hama, jadi kita mengedukasi disini jika serangga itu sangat penting bagi kelangsungan hidup alam dan bumi,” jelasnya.

Founder Koloni Semut Indonesia menambahkan bahwa pameran di pusat perbelanjaan merupakan pengalaman yang menarik. Pasalnya selama ini partisipasi ikut pameran bukan khusus serangga dan kupu-kupu.
“Untuk pameran di mal iya, ini pertama kali. Bahkan mungkin saya bilang pertama kali di Indonesia pameran khusus serangga, yang bertemakan kupu-kupu dan serangga eksotik ini. Tapi kalau untuk pameran hewan di gedung-gedung khusus itu bukan pertama kalinya. Namun untuk di mal ini kali pertama,” katanya.
Lelaki bernama lengkap Azka Nadhif Keandra ini berharap dengan turut partisipasi pada program Explore The Jungle, para pengunjung dapat mengetahui peran serta serangga dalam kehidupan alam dan manusia.
“Harapan saya banyak masyarakat yang pemikirannya mengenai serangga ini enggak hanya sebagai hama, lebih terbuka lagi kalau sebenarnya serangga ini banyak peranannya sebagai rantai makanan, semisal kupu-kupu untuk penyerbuk, mungkin di rantai makanan ada ulat di makan burung atau reptil . jadi sebenarnya serangga jadi hama karena ada campur tangan manusia. Mungkin kalau kita bisa membenahinya lagi, mungkin bisa menjadi peranan yang sangat sangat penting di ekosistem ini,” urainya.
Sementara bagi yang ingin memelihara serangga, Nadhif yang mengetahui terdapat 75.000 jenis serangga di Indonesia ini, mengatakan jika untuk menjadikan serangga sebagai hewan peliharaan tidak sulit maupun tidak mudah.
“Sebenarnya tergantung atau susah tergantung jenis serangga, kalau yang mudah serangga ranting atau daun, yang agak susah itu kumbang atau yang lebih susah kayak jangrik raksasa. Selain itu juga jenis perawatannya. Jadi bukan semua serangga itu mudah atau susah tapi tergantung jenisnya,” ujarnya.
“Kita yang ikuti kehidupan mereka, kalau mau memelihara. Kita enggak bisa latih kayak anjing atau kucing, kita yang harus ikuti habitat si serangga itu seperti apa,” tambah Nadhif. [foto/teks : denim]


Tinggalkan Balasan