Femindonesia.com, JAKARTA – Film horor komedi berjudul Cek Khodam usung konsep yang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia. Pasalnya, Cek Khodammenghadirkan cerita yang memadukan unsur mistis, komedi, dan kritik sosial tentang ketakutan manusia di era modern.
Alih-alih menjadikan hantu sebagai sumber teror utama, film ini mengangkat realitas yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beban cicilan, kondisi keuangan yang semakin menipis, hingga kecemasan menghadapi akhir bulan menjadi gambaran keresahan yang dinilai lebih menakutkan bagi banyak orang dibandingkan ancaman dari dunia gaib.
Produser Dee Company Dheeraj Kalwani menyampaikan dalam acara press screening “Cek Khodam”, Jum’at (10/7), bahwa film menyajikan cerita horor komedi tentang permasalahan sehari-hari masyarakat kini.
Produser film yang akrab disapa Dheeraj mengatakan film “Cek Khodam” lahir dari fenomena yang muncul di kalangan masyarakat yang menghadapi berbagai tekanan ekonomi, seperti kewajiban membayar tagihan dan cicilan.
“Kami melihat bagaimana tren ini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah horor komedi yang segar, lucu, dan relevan dengan kehidupan saat ini,” jelasnya.
Premis tersebut melahirkan cerita unik tentang para khodam yang justru merasa “kehilangan pekerjaan” ungkap Dheeraj. “Ketika manusia lebih disibukkan oleh tekanan ekonomi dan berbagai persoalan hidup, rasa takut terhadap makhluk halus perlahan memudar,” paparnya.
Dari situ, film ini menghadirkan berbagai situasi kocak sekaligus mengajak penonton melihat fenomena sosial dari sudut pandang yang berbeda.
Tim produksi mengemas gagasan tersebut dalam balutan horor komedi yang ringan dan menghibur. Humor yang muncul berasal dari situasi yang akrab dengan keseharian masyarakat, sehingga cerita terasa relevan tanpa kehilangan unsur mistis yang menjadi identitas film.
Salah satu daya tarik Cek Khodam adalah debut penyanyi dan presenter Jirayut sebagai pemeran utama film layar lebar. Melalui film ini, Jirayut tampil dalam karakter yang berbeda dari citra yang selama ini dikenal publik, sekaligus menunjukkan kemampuannya di dunia seni peran.
Selain itu, aktor Saputra Kori juga menjalani pengalaman pertamanya bermain dalam genre horor komedi. Kehadirannya memperkuat dinamika cerita dengan sentuhan humor yang berpadu dengan berbagai adegan menegangkan.
Nuansa komedi dalam film semakin kuat berkat penampilan sejumlah komedian, di antaranya Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar. Interaksi antar pemain menghadirkan humor yang spontan sehingga membuat suasana horor terasa lebih segar dan menghibur.
Deretan pemain lainnya yang turut membintangi film ini antara lain Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia.
Dengan memadukan horor, komedi, serta sindiran terhadap realitas sosial, Cek Khodam menawarkan perspektif baru mengenai makna rasa takut di tengah kehidupan modern. Film ini tidak hanya mengandalkan kejutan dari dunia gaib, tetapi juga mengajak penonton tertawa sekaligus merenungkan berbagai tekanan hidup yang kini menjadi “hantu” bagi banyak orang.
Film Cek Khodam dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026. Melalui kisah yang ringan namun relevan, film ini mengangkat satu pertanyaan menarik: ketika tekanan hidup semakin berat, apakah manusia masih memiliki waktu untuk takut pada hantu?


Tinggalkan Balasan