Femindonesia.com, JAKARTA – Momen pencatatan saham perdana PT RANS Entertainment Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung penuh haru. Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina Mariana Tengker, tak mampu membendung air mata saat menyampaikan pidato dalam seremoni Initial Public Offering (IPO), Jumat.

Di hadapan investor, mitra bisnis, regulator, dan insan media, Nagita mengaku emosional mengingat perjalanan RANS Entertainment yang berawal dari sebuah usaha keluarga hingga akhirnya resmi menjadi perusahaan terbuka.

“Duh belum apa-apa saya sudah nangis,” ujar Nagita sembari tersenyum disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Nagita menegaskan pencatatan saham perdana RANS Entertainment bukan sekadar langkah korporasi memasuki pasar modal, tetapi juga menjadi simbol pengakuan terhadap industri kreatif sebagai salah satu sektor ekonomi strategis di Indonesia.

“Hari ini bukan sekadar hari ketika RANS mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya,” katanya.

Menurut Nagita, kreativitas kini telah bertransformasi menjadi aset ekonomi yang memiliki nilai bisnis tinggi dan mampu menarik kepercayaan investor.

Ia menilai industri kreatif tidak lagi dipandang hanya sebagai sektor hiburan, melainkan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak luas bagi berbagai sektor lainnya.

RANS Dibangun Lebih Besar dari Raffi Ahmad dan Nagita

Nagita juga menepis anggapan bahwa RANS Entertainment hanya bertumpu pada popularitas dirinya dan sang suami, Raffi Ahmad.

Ia menegaskan perusahaan telah berkembang menjadi ekosistem bisnis yang mencakup pengembangan intellectual property (IP), produk, penyelenggaraan event, komunitas, hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Banyak orang mengenal RANS melalui Raffi Ahmad dan saya. Tetapi perusahaan yang kami bangun jauh lebih besar daripada dua orang. Kami membangun sebuah ekosistem yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, popularitas hanyalah pintu masuk untuk membangun bisnis yang lebih besar. Keberlanjutan perusahaan, kata Nagita, ditentukan oleh kemampuan menghadirkan produk, menciptakan pengalaman bagi konsumen, membangun komunitas, serta menghasilkan aktivitas ekonomi yang terus bertumbuh.

Industri Hiburan Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

Dalam pidatonya, Nagita juga menyoroti transformasi industri hiburan di tingkat global yang kini berkembang menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi.

Ia menjelaskan sebuah film dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, konser mampu menggerakkan bisnis transportasi, perhotelan, hingga pelaku UMKM. Sementara karakter animasi dapat berkembang menjadi lisensi, permainan, produk komersial, hingga destinasi wisata.

Selain itu, komunitas digital dinilai mampu menciptakan jutaan pelanggan loyal yang menjadi fondasi ekonomi baru berbasis kreativitas.

“Entertainment bukan lagi sekadar konsumsi. Entertainment telah menjadi infrastruktur ekonomi baru, dan Indonesia memiliki seluruh modal untuk memimpin perubahan tersebut,” tutur Nagita.

Pencatatan saham perdana PT RANS Entertainment Indonesia Tbk di BEI menjadi tonggak baru bagi perusahaan sekaligus menandai semakin besarnya peran industri kreatif dalam perekonomian nasional. Melalui status sebagai perusahaan publik, RANS Entertainment diharapkan mampu memperluas ekspansi bisnis serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri media, hiburan, dan ekonomi kreatif Indonesia.