Femindonesia.com, DEPOK – Musisi legendaris Iwan Fals kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui konser bertajuk Menembus Awan Hijau yang digelar di Panggung Kita, Markas Iwan Fals dan Tiga Rambu, Leuwinanggung, Tapos, Depok, Jumat (31/10/2026).

Konser ini bukan sekadar pertunjukan musik. Mengusung tema lingkungan, Menembus Awan Hijau menjadi ruang bagi Iwan Fals untuk kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan di tengah persoalan kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan yang masih menjadi perhatian di Indonesia.

Judul konser tersebut seolah membawa pesan reflektif. Sebab, persoalan lingkungan yang pernah disuarakan Iwan Fals melalui lagu-lagunya sejak puluhan tahun lalu masih relevan dengan kondisi saat ini.

Melalui album Hijau yang dirilis pada 1992, Iwan Fals pernah mengangkat persoalan kerusakan hutan, pencemaran udara, hingga ancaman terhadap keseimbangan alam. Lagu-lagu seperti Hutanku Rusak, Langitku Bocor, Udara yang Aku Hisap Tercemar, dan Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi menjadi bagian dari kritik sosial terhadap eksploitasi alam.

Lebih dari tiga dekade berlalu, pesan tersebut masih terasa aktual. Kerusakan hutan, kebakaran lahan, dan pencemaran lingkungan menunjukkan bahwa persoalan pelestarian alam membutuhkan perhatian serta tindakan nyata dari berbagai pihak.

Kepedulian Iwan Fals terhadap lingkungan juga tidak hanya disampaikan melalui musik. Sejak 2010, ia dikenal mengampanyekan gerakan menanam pohon menjelang konser serta mengajak penonton memungut sampah setelah pertunjukan.

Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.

Melalui konser Menembus Awan Hijau, Iwan Fals kembali mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya berada di pundak masyarakat atau aktivis lingkungan. Pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan juga memiliki peran penting dalam mencegah kerusakan alam.

Konser yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 hingga 17.40 WIB itu diperkirakan menjadi ajang berkumpulnya para penggemar Iwan Fals yang dikenal dengan sebutan Oi.

Selain membawakan lagu-lagu bertema lingkungan, sejumlah lagu populer seperti Bongkar, Umar Bakri, Bento, Kumenanti Seorang Kekasih, dan Panggilan dari Gunungjuga berpotensi menjadi bagian dari kemeriahan pertunjukan.

Bagi Iwan Fals, musik selama ini bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan kritik sosial dan mengajak masyarakat melihat berbagai persoalan di sekitarnya.

Pesan utama konser ini pun terasa jelas: menjaga hutan tidak cukup hanya melalui slogan, kampanye, atau seremoni penanaman pohon. Dibutuhkan tindakan konkret untuk mencegah pembakaran, menghentikan perusakan hutan, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat yang bergantung pada kelestarian alam.

Sebab, selama kerusakan lingkungan masih terjadi, pesan yang disampaikan melalui lagu-lagu Iwan Fals akan tetap relevan untuk didengarkan.

LOKASI DAN INFORMASI KONSER

  • Tempat: Panggung Kita – Markas Iwan Fals & Tiga Rambu
  • Alamat: Jl. Kampung Leuwinanggung No. 19, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.
  • Hari/tanggal: Jumat, 31 Oktober 2026.
  • Waktu: 15.00–17.40 WIB.
  • Tiket resmi: LOKET.
  • Festival: Rp125.000.
  • VIP: Rp250.000.
  • VVIP: Rp2.000.000.