Femindonesia.com, TANGERANG – Pameran industri makanan dan minuman KRISTA InterFOOD 2026 resmi akan digelar di NICE PIK 2, Tangerang, pada 28 Oktober 2026.
Memasuki penyelenggaraan ke-27, pameran ini menghadirkan 1.100 peserta dari 16 negara, termasuk 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperkuat inovasi kuliner, memperluas jaringan bisnis, dan membuka peluang pasar internasional.
Diselenggarakan oleh Krista Exhibitions, KRISTA InterFOOD 2026 menempati 11 hall dengan luas area pameran mencapai 60.000 meter persegi. Ajang ini menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara, mulai dari produsen makanan, pemasok bahan baku, distributor, importir, hingga pelaku bisnis hotel, restoran, dan katering.
Pameran juga menghadirkan peserta dari Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan. Kehadiran Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand dengan total 70 peserta turut memperkuat pertukaran produk, teknologi, dan peluang kemitraan lintas negara.

CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan KRISTA InterFOOD menjadi platform untuk mempertemukan inovasi kuliner dengan kebutuhan industri serta membuka peluang kerja sama antara pelaku usaha nasional dan internasional.
“Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan,” ujar Daud pada press confrence Krista InterFood, di Kementrian Perindustrian Jakarta, Rabu (28/10).
Daus menambahkan, bahwa salah satu daya tarik KRISTA InterFOOD 2026 adalah rangkaian kompetisi kuliner yang mempertemukan para profesional untuk menunjukkan kreativitas, teknik memasak, dan standar keterampilan di industri gastronomi.
“Berkolaborasi dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia), La Cuisine Cooking Competition 2026 menghadirkan sekitar 1.100 chef. Bersama Global Chef Championship 2026, kompetisi ini mencakup lebih dari 30 kategori masakan tradisional dan internasional. Ajang tersebut menjadi ruang pengembangan talenta kuliner sekaligus mendorong peningkatan kompetensi profesional di sektor hotel, restoran, katering, dan jasa boga,” jelas Daud.

Sementara di sektor kopi juga mendapat perhatian melalui berbagai kompetisi yang diselenggarakan bersama Dewan Kopi Indonesia. Rangkaian kegiatan meliputi Krista InterFOOD Roasting Competition (KIROC), Cup Taster Competition, Coffee Signature Competition, dan Manual Brew Competition.
Kompetisi ini memberikan ruang bagi barista, roaster, dan profesional kopi untuk menguji kemampuan, memperkenalkan teknik pengolahan, serta mendorong peningkatan kualitas kopi Indonesia.
Gelato World Tour 2026 yang berkolaborasi dengan APCA menghadirkan kesempatan bagi para perajin gelato untuk mengembangkan resep kreatif dan mengeksplorasi kombinasi cita rasa, termasuk melalui pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia.
Di sektor hospitality, Indonesia Food and Beverage Executive Club (IFBEC) menghadirkan program seputar seni penataan meja, keterampilan pelayanan, serta strategi bisnis perhotelan dan restoran.
Dorong Produk Pangan Lokal Naik Kelas
Tak hanya berfokus pada kompetisi, KRISTA InterFOOD 2026 juga menjadi wadah pengembangan produk pangan lokal melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition yang didukung Kementerian Perindustrian.
Program ini mendorong industri kecil dan menengah (IKM) pangan mengembangkan produk antara berbasis sumber daya lokal. Inisiatif tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah bahan pangan nasional sekaligus memperluas peluang pemasaran produk kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri.
Di sisi edukasi, sejumlah seminar membahas strategi membawa produk pangan ke pasar, pengembangan produk rumput laut bernilai tambah, registrasi suplemen kesehatan, serta peningkatan kompetensi pelaku usaha melalui pelatihan bersertifikasi.
Program pengembangan industri teh juga dihadirkan melalui peluncuran KITA (Krista Indonesia Tea Artisan), yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem teh dan mendorong kreativitas para artisan teh Indonesia.
Terintegrasi dengan Industri Seafood dan Teknologi Pendingin
KRISTA InterFOOD 2026 berlangsung bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo. Ketiganya menghadirkan ekosistem yang saling melengkapi, mulai dari produk makanan dan minuman, hasil laut, hingga teknologi pendinginan dan rantai dingin (cold chain).
Integrasi tersebut penting bagi industri kuliner karena kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku dan teknik pengolahan, tetapi juga oleh sistem penyimpanan, pengemasan, serta distribusi yang menjaga keamanan dan kesegaran pangan.
Melalui business matching, peserta pameran juga berkesempatan bertemu calon pembeli, distributor, investor, dan mitra dagang. Program ini melibatkan asosiasi industri serta sejumlah instansi pemerintah untuk memperluas peluang investasi dan akses pasar.
Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen
Penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026 berlangsung di tengah pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan penyelenggara, industri makanan dan minuman tumbuh 7,04 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil/CPKO).
Kondisi ini memperlihatkan besarnya peluang pengembangan industri kuliner dan pangan, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap bahan baku berkualitas, inovasi produk, teknologi pengolahan modern, serta sistem distribusi yang efisien.
Melalui pameran, kompetisi, seminar, dan pertemuan bisnis, KRISTA InterFOOD 2026 diharapkan dapat mempertemukan pelaku industri kuliner dari berbagai negara, memperkuat daya saing UMKM pangan, serta mendorong produk makanan dan minuman Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas.


Tinggalkan Balasan