Femindonesia.com, TANGERANG – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan agar semakin terintegrasi dalam rantai pasok industri nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 yang berkolaborasi dengan pameran Krista InterFood 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.

Upaya tersebut diperkuat melalui talkshow bertema “Kemitraan IKM dan Industri Besar: Memperkuat Rantai Pasok Pangan” yang mempertemukan pelaku IKM, asosiasi industri, penyelenggara pameran, serta pemerintah untuk membahas peluang dan tantangan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan.

Diskusi ini menjadi momentum penting untuk mendorong IKM pangan naik kelas sekaligus memperluas keterlibatan mereka dalam ekosistem industri makanan dan minuman nasional.

Salah satu peserta IFI 2023 kategori Intermediate Product, Eko Pratama dari PT Rasaprima Sukses Makmur, berbagi pengalaman mengenai proses pendampingan yang telah dijalani, manfaat program, serta tantangan dalam meningkatkan kapasitas usaha.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendampingan melalui IFI berperan dalam meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, manajemen usaha, serta daya saing IKM agar lebih siap menjalin kemitraan dengan industri besar.

Dari perspektif industri, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menekankan pentingnya kesiapan IKM untuk menjadi mitra strategis industri besar.

Kesiapan tersebut tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga konsistensi mutu, kapasitas produksi, pemenuhan standar keamanan pangan, kontinuitas pasokan, serta profesionalisme dalam menjalankan usaha.

Sementara itu, perwakilan Krista selaku penyelenggara pameran menyoroti pentingnya partisipasi IKM dalam berbagai ajang pameran, termasuk pameran berskala internasional.

Keikutsertaan dalam pameran dinilai tidak sekadar menjadi sarana promosi produk, tetapi juga membuka peluang perluasan jejaring bisnis, penjajakan kerja sama, serta akses terhadap calon pembeli dan mitra usaha potensial dari dalam maupun luar negeri.

Perkuat Pembinaan dan Akses Kemitraan

Kementerian Perindustrian melalui Indra Akbar Dilana dari Direktorat IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan menegaskan, pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan IKM pangan melalui berbagai program pembinaan.

Dukungan tersebut mencakup Indonesia Food Innovation (IFI), peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi standardisasi dan sertifikasi, promosi produk, restrukturisasi mesin dan peralatan, hingga perluasan akses pasar serta kemitraan.

Berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan IKM dalam memenuhi kebutuhan industri, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas dan keberlanjutan produksi.

Melalui kegiatan IFI 2026 bersama Krista InterFood, Kemenperin berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara IKM, industri besar, asosiasi, dan mitra usaha lainnya.

Kemitraan yang terjalin diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan skala usaha IKM, tetapi juga memperkuat struktur industri pangan nasional melalui rantai pasok yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan IFI 2026 bersama Krista InterFood menjadi momentum strategis untuk mempertemukan potensi IKM pangan dengan kebutuhan industri dan pasar.

Langkah ini sekaligus mendorong IKM pangan Indonesia naik kelas dan mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekosistem industri pangan nasional.