Femindonesia.com, TANGERANG – Krista Exhibitions menjajaki penguatan kerja sama dengan Italian Exhibition Group (IEG) untuk memperluas peluang bisnis industri gelato Indonesia di pasar internasional. Kolaborasi ini membuka akses bagi pelaku usaha nasional terhadap jaringan pameran, kompetisi, teknologi, serta pengembangan pasar gelato global melalui SIGEP dan Gelato World Tour.
Peluang kerja sama tersebut mengemuka dalam rangkaian pameran Krista InterFood 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. Perwakilan IEG, Giacomo Alberti, Senior International Project Manager IEG Asia yang berbasis di Singapura, menjelaskan potensi kolaborasi dalam pengembangan industri gelato, termasuk kemungkinan menghadirkan kegiatan internasional di Indonesia.
Menurut Giacomo, Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan bagi industri gelato. Selain memiliki potensi konsumsi yang besar, Indonesia juga mempunyai kekayaan bahan baku lokal dan kreativitas pelaku usaha yang dapat dikembangkan menjadi produk berdaya saing internasional.
Kerja sama Krista Exhibitions dan IEG terutama diarahkan untuk memperluas pengembangan Gelato World Tour, sebuah program internasional yang berfokus pada promosi dan pengembangan industri gelato.

SIGEP Perkuat Ekosistem Bisnis Gelato Internasional
IEG merupakan perusahaan penyelenggara pameran internasional yang berbasis di Rimini, Italia. Perusahaan ini memiliki portofolio pameran di berbagai sektor, termasuk industri makanan dan minuman melalui SIGEP.
SIGEP menjadi salah satu pameran internasional yang berfokus pada industri gelato, pastry, kopi, pizza, dan bakery. Dengan pengalaman hampir 50 tahun, SIGEP telah menjadi platform bisnis yang mempertemukan produsen, distributor, pelaku usaha, serta profesional industri jasa makanan dari berbagai negara.
Giacomo menjelaskan, SIGEP tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis antarpelaku usaha atau business to business (B2B), tetapi juga berperan dalam memperkenalkan produk dan memperluas pasar industri makanan dan minuman.
Dalam perkembangannya, IEG memperluas jaringan SIGEP melalui penyelenggaraan pameran di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, China, dan kawasan Asia Tenggara.
SIGEP Asia menjadi salah satu platform strategis untuk mengembangkan pasar regional, dengan cakupan industri gelato, pastry, kopi, pizza, bakery, hingga restoran.
IEG juga telah mengembangkan operasional di Singapura sekitar empat tahun lalu untuk memperkuat kedekatan dengan pasar Asia Tenggara.
Langkah tersebut dinilai penting dalam membangun konektivitas bisnis sekaligus memahami potensi industri di kawasan yang terus berkembang.
Peluang Pasar dari Pameran Internasional
Besarnya skala penyelenggaraan SIGEP di Italia menjadi gambaran peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan pelaku industri gelato Indonesia. Giacomo menyampaikan, SIGEP di Italia menempati area sekitar 138.000 meter persegi dengan durasi penyelenggaraan selama lima hari.
Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 1.400 peserta pameran dari berbagai negara, sekitar 400 kegiatan industri, serta kurang lebih 200.000 pengunjung dari 160 negara.
Data tersebut merupakan gambaran penyelenggaraan SIGEP di Italia berdasarkan penjelasan Giacomo.
Menurutnya, keterlibatan dalam pameran internasional memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta memperoleh pengetahuan dan teknologi terbaru.
Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan penyelenggara, tetapi juga oleh pelaku industri yang ingin mengembangkan pasar dan meningkatkan daya saing produknya.
IEG selama ini telah mengembangkan pasar SIGEP di Italia, Eropa, dan negara-negara Barat. Kini, perusahaan juga semakin memperkuat penetrasi pasar Asia, khususnya Asia Tenggara.
Giacomo menilai, kawasan ini memiliki peluang pertumbuhan yang menarik, termasuk bagi industri gelato Indonesia.
Kreativitas Lokal Jadi Keunggulan Gelato Indonesia
Selain membuka peluang bisnis, kerja sama internasional juga dinilai dapat mendorong inovasi produk gelato berbasis bahan baku lokal. Giacomo mengaku mendapat kesempatan mencicipi berbagai kreasi dalam kompetisi gelato yang melibatkan 10 chef dari berbagai negara.
Ia melihat setiap peserta menghadirkan karakteristik tersendiri, mulai dari perpaduan rasa, pemilihan bahan baku, hingga penyajian produk akhir.
Menurutnya, perpaduan teknologi mesin gelato Italia, bahan baku dari berbagai negara, dan kreativitas chef lokal dapat menghasilkan produk dengan karakter yang sesuai dengan pasar Indonesia.
Salah satu kreasi yang menarik perhatiannya adalah gelato bertema Childhood Memories atau Kenangan Masa Kecil. Kreasi tersebut menunjukkan bagaimana seorang chef dapat menerjemahkan pengalaman dan kenangan pribadi menjadi produk kuliner.
Giacomo menilai, teknik pembuatan gelato dapat dipelajari oleh chef muda Indonesia melalui pelatihan maupun kesempatan belajar di berbagai platform internasional.
Setelah menguasai teknik tersebut, para chef dapat mengembangkan kreasi sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal. Pendekatan ini dinilai membuka peluang bagi gelato Indonesia untuk memiliki identitas rasa Nusantara, sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar global.
SIGEP Asia Digelar Juli 2027
Sebagai bagian dari pengembangan jaringan bisnis di kawasan Asia Tenggara, IEG mengundang pelaku industri, komunitas gelato, dan insan media untuk mengikuti SIGEP Asia.
SIGEP Asia berikutnya dijadwalkan berlangsung di Singapura pada 14–16 Juli 2027.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri internasional, sekaligus memperluas peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, dan jaringan bisnis di kawasan Asia Tenggara.
Melalui kolaborasi dengan Krista Exhibitions, IEG berharap industri gelato Indonesia dapat semakin berkembang, baik dari sisi inovasi produk, peningkatan kompetensi, maupun perluasan pasar.
Dengan memanfaatkan kekayaan bahan baku lokal dan teknologi internasional, pelaku usaha Indonesia berpeluang membangun industri gelato yang tidak hanya kompetitif di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.


Tinggalkan Balasan