Femindonesia.com, TANGERANG – Office of Small and Medium Enterprises Promotion (OSMEP) Thailand mengungkapkan telan membawa 50 pelaku usaha kecil dan menengah (SME) untuk memperkenalkan produk unggulan Thailand sekaligus membidik peluang pasar Indonesia.

Hal itu terungkap di pameran kuliner terbesar bertajuk Krista InterFOOD 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, pada 4–7 November 2026, lalu.

Partisipasi tersebut menjadi strategi OSMEP Thailand untuk memperluas jangkauan pemasaran produk UKM negaranya, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia.

Perwakilan OSMEP Thailand, Tony Jane, mengatakan bahwa pihaknya membawa produk dari 50 pelaku SME Thailand dalam program promosi di Indonesia. Namun, tidak seluruh pelaku usaha hadir secara langsung sebagai peserta pameran. Sebagian lainnya diwakili melalui produk-produk yang ditampilkan di stan Thailand.


“Kami membawa 50 SME dari Thailand. Mereka tidak semuanya bergabung langsung sebagai peserta pameran, tetapi kami membawa produk mereka untuk diperkenalkan kepada pengunjung internasional,” ujar Tony Jane saat ditemui di sela-sela Krista InterFOOD 2026, Sabtu (7/11/2026).

Beragam produk diperkenalkan dalam pameran tersebut, mulai dari makanan kering, produk beku (frozen food), teh, hingga aneka makanan dan minuman dengan cita rasa khas Thailand.

Melalui keikutsertaan ini, OSMEP Thailand berharap produk-produk UKM negaranya semakin dikenal konsumen internasional dan memperoleh peluang untuk memasuki pasar baru, khususnya Indonesia.

Indonesia Jadi Target Pasar Strategis

Tony menjelaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian khusus dalam strategi pengembangan pasar SME Thailand.

Menurutnya, potensi pasar Indonesia cukup besar, terutama karena perkembangan industri makanan halal dan tingginya peluang pemasaran produk pangan di kawasan Asia Tenggara.

“Kami melihat Indonesia sebagai hub besar untuk makanan halal dan pasar halal di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia menjadi salah satu fokus utama kami dalam mengembangkan pasar produk Thailand,” jelas Tony.

Untuk memahami karakteristik pasar Indonesia, OSMEP Thailand sebelumnya telah melakukan riset pasar secara langsung. Salah satunya melalui kunjungan ke sejumlah pusat perbelanjaan dan jaringan ritel di Indonesia, termasuk Grand Lucky.

Langkah tersebut dilakukan untuk melihat produk yang beredar di pasar domestik, memahami preferensi konsumen, serta mengidentifikasi peluang penerimaan produk Thailand di Indonesia.

Hasil pengamatan awal tersebut memberikan optimisme bagi OSMEP Thailand. Tony mengungkapkan, respons pengunjung Indonesia terhadap produk-produk yang diperkenalkan selama pameran cukup positif.

“Kami sudah berbicara dan bertanya kepada banyak pengunjung Indonesia. Mereka memberikan respons yang sangat bagus terhadap produk Thailand,” ungkapnya.

Perluas Jaringan Bisnis dan Kerja Sama

Tony juga mengapresiasi penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026 yang dinilainya menjadi platform penting untuk mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara.

Keikutsertaan OSMEP Thailand tahun ini sekaligus menjadi pengalaman pertama pihaknya membawa pelaku usaha Thailand untuk mengikuti pameran Krista Exhibitions di Indonesia.

Menurutnya, pameran internasional seperti Krista InterFOOD tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku SME untuk membangun jaringan bisnis, menjajaki kemitraan, serta memperluas distribusi produk ke pasar baru.

Melalui partisipasi tersebut, OSMEP Thailand berharap semakin banyak produk SME Thailand memperoleh tempat di pasar Indonesia.

Dengan potensi pasar yang besar dan peluang pertumbuhan industri makanan halal, Indonesia dinilai memiliki prospek strategis bagi pengembangan bisnis UKM Thailand.

OSMEP Thailand pun optimistis, melalui promosi produk, riset pasar, dan penguatan jaringan bisnis, produk-produk unggulan negaranya dapat semakin dikenal dan bersaing di industri makanan dan minuman Indonesia.