Femindonesia.com, TANGERANG – TurkiyeNuts memperkuat penetrasi pasar produk pangan asal Turki di Indonesia dengan memperkenalkan tujuh produk unggulan dalam ajang Krista Interfood 2026 di NICE PIK 2, Tangerang yang sukses digelar pada 3–7 November, kemarin. Perusahaan tersebut menyasar konsumen hingga pelaku industri makanan dan minuman melalui pengembangan jaringan bisnis B2B.
Tujuh produk yang ditawarkan meliputi hazelnut, pistachio, aprikot kering, buah tin, kismis, minyak zaitun, dan madu. Seluruh produk tersebut didatangkan langsung dari Turki untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan Indonesia.
Project Executibe TurkiyeNuts, Iman Saputra, mengatakan partisipasi dalam pameran menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkenalkan kualitas dan karakteristik produk pangan Turki sekaligus membuka peluang kemitraan baru.
“Seluruh produk kami asli dari Turki. Proses pengadaan atau sourcing dilakukan langsung dari Turki dan kemudian diekspor ke Indonesia,” ujar Iman.

Menurut Iman, aprikot kering menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati pasar. Sementara itu, hazelnut dan pistachio memiliki prospek menjanjikan untuk kebutuhan industri, terutama sebagai bahan baku berbagai produk makanan.
TurkiyeNuts pun memprioritaskan pemasaran hazelnut dan pistachio melalui skema business to business (B2B), dengan menyasar perusahaan manufaktur, industri bakery, produsen cokelat, makanan ringan, hingga distributor.
“Untuk hazelnut dan pistachio, kami fokus pada pasar industri. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan baku bakery, cokelat, maupun tambahan topping untuk berbagai produk makanan,” jelasnya.
Iman menambahkan, pistachio Turki memiliki karakteristik khas, mulai dari ukuran yang relatif lebih kecil hingga warna yang lebih pekat. Aroma dan cita rasa produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku industri pangan.
Adapun aprikot kering memiliki pasar yang cukup luas untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan campuran makanan. Produk ini dapat dikombinasikan dengan kacang-kacangan dan granola sebagai alternatif camilan.
Perluas Jaringan Distribusi dan Kemitraan
Dalam mengembangkan bisnis di Indonesia, Turki Enaks telah memiliki perusahaan dan kantor operasional di kawasan Cibubur. Jaringan distribusinya tidak hanya menyasar wilayah Jabodetabek, tetapi juga mulai menjangkau mitra bisnis dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Keikutsertaan dalam Krista Interfood 2026 menjadi momentum perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar. Iman menyebutkan, Turki Enaks telah dua kali berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Selama penyelenggaraan pameran, perusahaan mencatat peningkatan kunjungan serta ketertarikan dari sejumlah perusahaan manufaktur dan distributor.
Beberapa calon mitra bahkan telah melakukan pengujian produk dan meminta sampel sebagai bagian dari proses penjajakan kerja sama bisnis.
“Untuk transaksi B2B masih dalam proses. Beberapa calon mitra sudah mencoba produk dan meminta sampel. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti untuk peluang kolaborasi,” ungkap Iman.
Ia mengatakan target penjualan selama pameran secara umum telah terpenuhi. Sejumlah produk yang dibawa untuk dipamerkan juga mendapatkan respons positif dari pengunjung.
Selain memperluas jaringan bisnis, TurkiyeNuts berupaya menjaga kualitas produk melalui pengelolaan masa simpan yang mencapai sekitar satu tahun. Perusahaan juga menyediakan beragam pilihan kemasan, termasuk kemasan kotak, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan pasar industri.
Iman berharap partisipasi dalam Krista Interfood dapat meningkatkan pengenalan merek Turki Enaks di Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama dengan perusahaan manufaktur dan distributor.
“Kami berharap melalui Krista Interfood, Turki Enaks bisa semakin dikenal dan mendapatkan lebih banyak mitra bisnis, baik dari perusahaan manufaktur maupun distributor. Harapannya, kolaborasi ke depan semakin luas dan pasar produk Turki di Indonesia terus berkembang,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan