Connect with us

FEM Travel

Bosan Dirumah? Tisya Erni : Let’s Talk About Travel!

Published

on

FEM Indonesia – Sejak pandemi covid 19 yang masuk tahun ke-2, Travelling adalah cara yang akan dilakukan penyanyi cantik, Tisya Erni untuk merefresh pikirannya.

Travelling juga menjadi agenda wajib bagi pelantun tembang “Aku Beruntung“, meski masih banyak pertimbangan dan batasan untuk melakukan aktivitas travelling,

Karenanya, dalam “Lets Talk About Travel”, acara podcast di akhir pekan kemarin, Tisya Erni turut bersuara dalam acara yang menjadi gerakan kecil untuk kembali memajukan industri pariwisata,

“Sharing kalau travel itu aman dan tujuanya untuk kolaborasi menciptakan ekosistem baru untuk membangkitkan industri pariwisata yang tertekan karena pandemi“ jawab Tisya Erni dikutip dari laman Nagaswara News, Kamis (19/8/2021).

Konsep “Lets Talk About Travel” sendiri kata Tisya tidaklah menggurui dan memberikan informasi satu arah. Selain itu, lewat podcast tersebut, kita juga dapat saling belajar untuk kembali menjadikan industri pariwisata kembali bergerak.

“Gerakan kecil sih dan juga belajar bersama yang manfaatnya akan meningkatkan dunia wisata ini terus berkembang,” pungkas Tisya asal Kendari, Sulawesi Tenggara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FEM Travel

“Desa Sade” Jadi Magnet Untuk Wisatawan Datang ke Lombok

Published

on

By

FEM Indonesia – Jika ada desa yang paling tenar di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bisa dipastikan desa tersebut adalah Desa Sade. Desa yang didiami Suku Sasak ini sangat tenar. Bahkan menjadi magnet bagi wisatawan dan desa wisata lainnya di NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Yusron Hadi, mengatakan bahwa Desa tersebut memiliki sejarah yang sangat panjang.

“Sade itu artinya obat. Konon, pada jaman dulu para leluhur datang ke tempat ini hanya ketika ingin bersemedi, menenangkan diri atau misade. Dari situlah kita menyebutnya Sade,” tuturnya, Minggu (19/9/2021).

Dusun Sade sudah sampai ke generasi 15. Sudah hampir 300 tahun dusun ini terbentuk. Masyarakat Dusun Sade sendiri adalah termasuk dalam Suku Sasak. “Suku Sasak tersebar luas di Pulau Lombok. Tapi yang masih mempertahankan adat istiadat dan budaya tinggal sedikit, salah satu di Sade,” ujar Yusron.

Sade mulai dikunjungi wisatawan tahun 1975-1976. Dahulu wisatawan yang berkunjung ke Sade didominasi wisatawan asing. Baru pada tahun 1986 wisatawan dalam negeri datang secara signifikan. “Dan pada tahun itu pemerintah mulai melakukan sosialisasi dan menyalurkan bantuan-bantuan kepada masyarakat Sade. Mereka diajarkan caranya menyambut tamu dan lain lain,” terangnya.

Dusun Sade memiliki sekitar 100 bangunan. Terdiri dari rumah tempat tinggal, ada belugaq tempat berkumpul dan bermusyawarah, ada tiang 6 dan tiang 4, lumbung padi.

Lantai rumah adat Sade terbuat dari tanah yang dicampur cangkang padi sebagai perekat tanah liat. Untuk membersihkan atau mengepelnya menggunakan kotoran sapi, atau kotoran kerbau. Namun kotoran kerbau digunakan hanya pada momen-momen tertentu saja.

“Dalam kepercayaan yang dianut masyarakat Sade, ada perbedaan sudut pandang mengenai sapi dan kerbau. Di Suku Sasak, yang disakralkan adalah hewan kerbau. Sedangkan kotoran kerbau atau sapi yang dipercaya berfungsi untuk merekatkan struktur tanah di lantai dan membersihkan debu-debu di lantai,” kata Yusron.

Menariknya, pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia, tidak begitu terdampak di Sade. “Sebab, kalau warga mau makan mereka tinggal ambil di ladang. Karena mayoritas profesi masyarakat Sade adalah bertani jadi untuk pangan Alhamdulillah aman,” katanya.

Menurut Yusron, Dusun Sade sempat tutup awal pandemi. Destinasi ini buka lagi pada 28 Juni 2020 dengan menerapkan prokes yang ketat. Pada Oktober 2020, Dusun Sade telah tersertifikasi CHSE. Di tempat ini sudah menerapkan sistem transaksi cashless dengan didukung bank-bank nasional.

“Sade saat ini menjadi magnet bagi desa-desa wisata lain. Mereka turut menyuplai kerajinan-kerajinan tangan untuk souvenir wisatawan. Dalam keadaan normal, wisatawan yang datang bisa sampai 18.000 wisatawan domestik , 4.000 sampai 6.000 wisatawan mancanegara per bulan,” ujar Yusron.

Salah satu daya tarik Sade adalah arsitektur tradisional masih dipertahankan, aktivitas masyarakat yang masih tradisional seperti menenun dan lain sebagainya, dan tarian tradisional khas lombok.

Continue Reading

FEM Travel

September Ultah, Central Park dan Neo Soho Tebar Aneka Hadiah

Published

on

FEM Indonesia – Optimisme agar tahun ini menjadi lebih baik sekaligus bangkit seperti sedia kala. Begitu harapan pusat perbelanjaan Central Park dan Neo Soho Mall yang baru saja merayakan hari jadinya ke dua belas tahun serta lima tahun.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Terlebih pandemic Covid-19 yang belum berakhir sehingga pemerintah mengeluarkan keputusan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan tingkat penyebaran masih berjalan hingga kini.

Karenanya Rise Up dijadikan tajuk program untuk memeriahkan ulang tahun kedua mall ini selama September 2021.

“Momen anniversary Central Park dan Neo Soho Mall tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, fokus kami akan menawarkan berbagai program belanja dan memperbanyak aktivitas di sosial media tetapi tetap dengan inovasi yang beragam,” ujar Asst. Marcomm & Relations General Manager, Silviyanti Dwi Aryati.

Diakui pembatasan mobilisasi masyarakat oleh pemerintah terkait pandemic tidak lantas membuat patah arang. Sebab itu pihaknya terus melakukan terobosan tanpa mengurangi pelayanan bagi pelanggan.

“Walaupun masih dalam PPKM level 3, management Central Park dan Neo Soho dipastikan akan terus lebih bekerja keras dalam meningkatkan pelayanan untuk kenyamanan semua pihak. Hal ini bertujuan agar para pengunjung setia Central Park dan Neo Soho Mall tetap bisa berbelanja tenang, nyaman dan aman,” kata ibu satu anak yang biasa disapa Yanti.

Disebutkan lagi, pada program Rise Up ini ragam hadiah menarik bagi masyarakat yang melakukan pembelian khusus pada September. Semisal 12 Anniversary Raffle yang berlangsung 8 – 26 September, para pelanggan berkesempatan membawa pulang perhiasaan, handphone keluaran terbaru, menginap di Bali hingga voucher hanya dengan potongan harga lebih dari 50% hanya dengan menukarkan struk belanja minimal Rp 500.000.

Untuk 12K Treat yang telah berlangsung pada 8 – 9 September, ragam makanan dan minuman diperoleh pelanggan hanya seharga Rp 12.000 yang dimulai jam 12.00 untuk 20 orang di masing-masing tenant yang berpartisipasi di Central Park maupun Neo Soho Mall.

Sementara melalui Brand Day, lanjut Yanti, pengunjung yang mengikuti Instragram @centralparkmall dan @neosohomall pada 18 – 19 September berkesempatan mendapat voucher belanja Rp 500.000 jika dapat menjawab pertanyaan selama live di IG di kedua hari tersebut.

“Bagi yang ikut giveaway QR Code Surprize pada 9 sampai 19 September, kami  telah menyediakan ratusan hadiah dengan mekanisme para pengunjung yang sudah berbelanja minimal Rp 500.000, berkesempatan untuk scan barcode di dekorasi Miwa Pattern yang terletak di Laguna Atrium, Central Park Mall,” papar Yanti. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

FEM Travel

PPKM Turun Level, Aviary Bintaro Tawarkan Kejutan Ulang Tahun

Published

on

FEM Indonesia – Penurunan level PPKM memiliki dampak positif. Semisal dengan fasilitas yang diberikan perhotelan. Adalah kolam renang dan tempat main anak yang kembali dibuka Aviary Bintaro mulai September ini.

Tidak hanya itu, ragam penawaran menarik bagi tamu yang menginap melalui  website resmi serta berbagai sajian promosi makanan dan minuman dari Starling Eatery. Pun jika menunjukkan kartu vaksin maka berhak memperoleh diskon sampai 10% untuk makanan dan minuman.

Dan jika tamu akan memberikan kejutan ulang tahun pada teman atau keluarga, Aviary Bintaro menawarkan Sleepover Surprize. Paket untuk semua tipe kamar yang dimulai Rp 1.000.000 ini, tamu akan memperoleh dekorasi kejutan ulang tahun dilengkapi kue ulang tahun hingga makan pagi.

”Khusus untuk pasangan ada paket Honeymoon Deals, dimulai dari harga Rp 1.585.000 nett khusus di kamar Junior Suite, sudah termasuk dekorasi dan makan malam romantis, makan pagi hingga kue selamat datang khusus buat berdua. Kedua promo ini hanya dapat dipesan melalui website resmi Aviary di www.aviaryhotel.com,” begitu tulis rilis yang diterima Femindonesia.com.

Selain itu para tamu dapat menikmati makanan dan minuman di Starling Eatery, seperti Hainan Chicken Rice dengan harga Rp 95.000 dan Beef Teriyaki seharga Rp 126.000. Sedangkan minuman ditawarkan Green Coffee Mocktail dengan harga Rp 55.000 serta Sunset Herbs Tea seharga Rp 45.000.

Tak ketinggalan Giant Aviary juga dibuka kembali saban akhir pekan. Tempat burung paruh bengkok asal Amerika Selatan atau Sun Conure, siap menemani keceriaan keluarga mulai jam 09.00 sampai 09.30. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Trending