FEM Indonesia, JAKARTA – Setelah cukup lama vakum, band metal legendaris Seringai akhirnya kembali dengan gebrakan besar. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung merilis dua video musik sekaligus bertajuk “Sejati” dan “Senarai Feses”, sebagai penanda kuat bahwa eksistensi mereka belum berakhir bahkan semakin ganas.
Dua rilisan ini bukan sekadar comeback, melainkan deklarasi era baru. Keduanya menjadi pembuka menuju album keempat bertajuk “IV: Anastasis” yang dijadwalkan rilis pada 23 April 2026 mendatang.
Album ini memiliki makna emosional mendalam bagi para personel. Pasalnya, karya tersebut hadir setelah kepergian gitaris mereka, Ricky Siahaan, yang wafat di Tokyo pada 19 April 2025. Sosok Ricky dikenal sebagai salah satu fondasi penting dalam membentuk identitas musik Seringai.
Alih-alih meredup, kehilangan tersebut justru menjadi bahan bakar baru. Seringai menegaskan bahwa fase terbaru ini bukan tentang mengenang masa lalu, melainkan melangkah lebih keras, lebih gelap, dan lebih jujur.
Album “IV: Anastasis” diproduseri oleh Sammy Bramantyo, dengan dukungan gitaris tamu Angga Kusuma yang mengisi seluruh lini gitar. Dalam format panggung terbaru, Seringai tampil sebagai “lima unit tempur” yang terdiri dari Arian 13, Edy Susanto, Sammy, serta dua gitaris—Angga Kusuma dan Darma Respati.
Formasi dua gitar ini menghasilkan lapisan distorsi yang lebih tebal dan agresif, menghadirkan karakter suara yang digambarkan sebagai “armageddon total”.
Dari sisi visual, Seringai juga tampil maksimal. Video musik “Sejati” dan “Senarai Feses” digarap oleh Edy Susanto bersama Rifqi Fadhlurrahman dari Angin Segar. Proses produksi dilakukan di Gedung Putih Studio yang disulap menjadi ruang visual dengan atmosfer gelap dan intens.
Kolaborasi dengan Vans Indonesia turut memperkuat identitas mereka sebagai band yang keras, independen, dan anti kompromi.
Kedua video musik tersebut resmi tayang perdana melalui kanal YouTube Seringai pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
Dengan rilisan ini, Seringai mengirim satu pesan tegas: mereka tidak hanya kembali, tetapi juga siap memasuki fase paling berbahaya dalam perjalanan kariernya.


Tinggalkan Balasan