Femindonesia.com, CIBUBUR, JAWA BARAT — Aktivitas olahraga kini tidak hanya dipandang sebagai cara menjaga kebugaran, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat. Hal tersebut turut menjadi perhatian praktisi kesehatan dan kebugaran Chandra Wahyu, yang belakangan aktif menekuni olahraga padel.
Chandra mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri bermain padel. Selain menjaga kebugaran, olahraga tersebut dinilainya memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus melatih sejumlah kemampuan fisik dan mental.
Menurut Chandra, padel tidak hanya mengandalkan aktivitas kardio. Permainan tersebut juga membutuhkan konsentrasi, koordinasi tubuh, kelincahan, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.
“Padel merupakan olahraga yang bagus untuk menjaga kebugaran sekaligus melatih kesabaran. Selain memberikan latihan cardio, permainan ini juga menuntut konsentrasi, koordinasi, kelincahan, dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat,” ujar Chandra.

Namun, semakin sering bermain padel membuat Chandra melihat persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni risiko keluhan fisik dan cedera akibat aktivitas olahraga.
Ia mengatakan, sejumlah kliennya datang dengan berbagai keluhan setelah bermain padel. Kondisi tersebut kemudian membuatnya semakin menyadari pentingnya pemahaman terhadap kondisi tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik.
Salah satu hal yang kerap diabaikan, kata Chandra, adalah pemanasan.
“Pemanasan itu sangat penting. Tubuh perlu dipersiapkan sebelum digunakan untuk melakukan aktivitas olahraga. Ketika tubuh belum siap, risiko terjadinya cedera bisa menjadi lebih besar,” jelasnya.
Chandra menilai antusiasme masyarakat terhadap olahraga merupakan hal positif. Namun, semangat tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran untuk mengenali kemampuan tubuh masing-masing.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan olahraga sekadar mengikuti tren atau mengejar intensitas tinggi. Menurutnya, olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap, konsisten, dan disesuaikan dengan kondisi fisik.
“Yang terpenting adalah mulai bergerak. Pilih olahraga yang membuat kita senang, lakukan secara rutin, dan jangan lupa kenali kemampuan tubuh sendiri. Jangan sampai kita terlalu bersemangat berolahraga tetapi justru mengabaikan persiapan tubuh,” kata Chandra.
Selain memberikan manfaat bagi kebugaran, aktivitas Chandra di komunitas padel juga memperluas interaksinya dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Ia memilih sejumlah lapangan yang berada relatif dekat dengan Klinik Bonte Center Cibubur, di antaranya Neiborhaus Padel, Mingle Padel Club Cibubur, President Padel Club, dan Flaz Padel.
Menurut Chandra, komunitas menjadi salah satu daya tarik olahraga padel. Para pemain tidak hanya bertemu untuk berolahraga, tetapi juga membangun relasi sosial dan lingkungan pertemanan.
“Yang menarik dari padel adalah suasananya. Kita datang untuk olahraga, tetapi kemudian bisa bertemu banyak orang, membangun relasi, dan akhirnya komunitasnya terasa seperti keluarga,” ungkapnya.
Bagi Chandra, pengalaman tersebut memperkuat pandangannya bahwa menjaga kesehatan seharusnya dilakukan sebelum munculnya gangguan pada tubuh. Olahraga, menurut dia, merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang terhadap kesehatan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai aktif bergerak tanpa harus menunggu memiliki waktu luang yang panjang ataupun melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.
Berjalan kaki, melakukan peregangan, bermain olahraga bersama teman, hingga mencoba jenis olahraga baru dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
“Olahraga bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling cepat. Yang penting adalah memberikan kesempatan kepada tubuh untuk tetap aktif dan sehat,” pungkas Chandra.


Tinggalkan Balasan