Femindonesia.com, JAKARTA – Nama Mario G. Klau mungkin tidak selalu berada di barisan terdepan sebagai penyanyi, tetapi kontribusinya dalam industri musik Indonesia semakin diperhitungkan. Sejumlah lagu populer yang dibawakan penyanyi papan atas, mulai dari Lyodra, Anggi Marito, Keisya Levronka hingga Ziva Magnolya, lahir dari tangan dinginnya sebagai pencipta lagu.
Penyanyi sekaligus songwriter asal Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini dikenal memiliki kekuatan dalam merangkai lirik bertema cinta, kehilangan, kerinduan, dan patah hati. Tema-tema tersebut menjadi benang merah yang membuat karya-karyanya mudah dekat dengan pengalaman emosional pendengar.
Publik mengenal Mario setelah berhasil menjadi juara The Voice Indonesia musim kedua pada 2016. Namun, perjalanan kariernya tidak berhenti sebagai penyanyi solo. Ia justru semakin memperluas kiprahnya di industri musik dengan menciptakan lagu untuk sejumlah penyanyi ternama.
Salah satu karya yang menjadi tonggak penting perjalanan Mario sebagai songwriter adalah “Pesan Terakhir” yang dipopulerkan Lyodra.
“Pesan Terakhir”, Awal Kesuksesan Bersama Lyodra
Lagu “Pesan Terakhir” memiliki cerita tersendiri dalam perjalanan kreatif Mario. Ditulis pada 2017 berdasarkan pengalaman pribadinya, lagu tersebut kemudian diberikan kepada Lyodra pada 2020 dan menjadi karya pertamanya yang diciptakan untuk penyanyi lain.
Dirilis melalui Universal Music Indonesia pada 16 Juli 2021 sebagai bagian dari album debut Lyodra, lagu ini diproduseri Tohpati dan langsung mendapatkan perhatian luas dari penikmat musik.
Pada Agustus 2021, “Pesan Terakhir” berhasil menembus Top 50 Global Viral Chart Spotify. Popularitasnya terus bertahan hingga bertahun-tahun setelah dirilis. Berdasarkan data per 28 Oktober 2026, lagu tersebut telah mengumpulkan sekitar 717 juta pemutaran di Spotify.
Kolaborasi Mario dan Lyodra kemudian berlanjut melalui “Ego” yang dirilis Februari 2023 serta “Tak Dianggap” pada Agustus 2023. Lagu “Tak Dianggap” juga mencatatkan pencapaian impresif dengan lebih dari 345 juta streams di Spotify per 28 Oktober 2026.
Kerja sama keduanya kembali berlanjut melalui lagu “Apa Maksud Tuhan Pertemukan Kita?” yang dirilis pada 9 Oktober 2026 dan masuk dalam album “Terkunci di Kamu”. Lagu tersebut bahkan sempat menempati posisi ke-17 trending musik YouTube berdasarkan laporan Sonora pada 12 Oktober 2026.
“Tak Segampang Itu”, Mengukuhkan Nama Anggi Marito
Selain Lyodra, Mario juga memiliki kontribusi besar dalam perjalanan musik Anggi Marito, finalis Indonesian Idol musim ke-11.
Kolaborasi mereka dimulai melalui lagu “Cara Mencintaimu”, yang menjadi single pertama Anggi bersama Universal Music Indonesia pada 2021.
Keduanya kemudian kembali bekerja sama lewat “Tak Segampang Itu” yang dirilis pada 2 Desember 2022. Lagu bernuansa balada tentang sulitnya melupakan seseorang tersebut berkembang menjadi salah satu hits besar musik Indonesia sepanjang 2023.
“Tak Segampang Itu” berhasil bertahan di posisi puncak Billboard Indonesia Songs selama sembilan minggu berturut-turut. Lagu ini juga mengantarkan Anggi meraih penghargaan Top Song of the Year dalam Spotify Wrapped Live 2023.
Kesuksesan tersebut sekaligus memperkuat posisi Mario sebagai salah satu pencipta lagu yang diperhitungkan. Pada 2023, ia masuk nominasi kategori Pencipta Lagu Pop Terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI) melalui karya tersebut.
Produktif Melahirkan Karya untuk Musisi Indonesia
Rekam jejak Mario sebagai pencipta lagu tidak hanya terbatas pada Lyodra dan Anggi Marito. Ia juga berada di balik sejumlah lagu populer yang dibawakan penyanyi lain.
Di antaranya “Cukup” yang dinyanyikan Ziva Magnolya, “Dirimu yang Dulu” untuk Anggis Devaki, serta “Mengapa” yang dibawakan bersama Rony Parulian.
Masing-masing lagu tersebut telah mencatatkan lebih dari 140 juta pemutaran di Spotify. Angka ini memperlihatkan bagaimana karya Mario mampu menjangkau pendengar lintas karakter penyanyi dan segmen musik.
Produktivitasnya juga terlihat dari puluhan lagu lain yang tercatat dalam katalog penulis lagunya di platform digital.
Konsistensi Mario dalam menghadirkan lagu-lagu bertema emosional menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada karya-karyanya. Ia mampu menerjemahkan pengalaman personal menjadi cerita musikal yang dapat dirasakan banyak orang.
Dari Panggung The Voice ke Balik Layar Musik Indonesia
Mario Gerardus Klau lahir di Maumere, Nusa Tenggara Timur, pada 21 Mei 1998. Namanya mulai dikenal luas setelah memenangkan The Voice Indonesia musim kedua pada 2016.
Sebagai penyanyi solo, ia juga dikenal melalui sejumlah lagu, termasuk “Semata Karenamu” dan “Tak Ingin Usai” yang dipopulerkan Keisya Levronka sebagai salah satu karya ciptaannya.
Perjalanan Mario menunjukkan bahwa keberhasilan seorang musisi tidak selalu diukur dari seberapa sering namanya muncul sebagai penyanyi utama. Di balik suara para penyanyi yang dikenal publik, terdapat peran pencipta lagu yang merancang cerita, melodi, dan emosi.
Dengan deretan karya yang telah meraih ratusan juta streams, Mario G. Klau membuktikan eksistensinya sebagai penyanyi sekaligus songwriter yang turut membentuk perjalanan musik populer Indonesia.
Penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2022 untuk kategori Pencipta Lagu Pop Terbaik menjadi salah satu pengakuan atas kiprahnya di bidang penciptaan lagu.
Dari “Pesan Terakhir” hingga “Tak Segampang Itu”, karya Mario terus menemukan pendengarnya dan memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah lagu terletak pada cerita yang mampu bertahan melampaui waktu.


Tinggalkan Balasan