Femindonesia.com, JAKARTA – Karakter Cinta kembali diperankan aktris Dian Sastrowardoyo setelah 20 tahun menjadi bagian dari perjalanan film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC). Kali ini, Cinta hadir dalam film pendek terbaru bertajuk Bahasa Cinta Yang Beda, hasil kolaborasi Miles Films dan Royco.
Berbeda dengan kisah Cinta dan Rangga dalam dua film AADC sebelumnya, film pendek ini membawa penonton melihat kehidupan mereka setelah menikah. Cinta dan Rangga dikisahkan telah menjalani bahtera rumah tangga selama hampir 10 tahun.
Film pendek tersebut diperkenalkan melalui acara Press Screening dan Press Conference di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026). Dian Sastrowardoyo hadir bersama Nuning Wahyuningsih dari Royco dan sutradara Teddy Soeria Atmadja.

Bagi Dian, kehidupan Cinta setelah menikah menghadirkan tantangan yang berbeda. Jika dalam film sebelumnya hubungan Cinta dan Rangga banyak diwarnai persoalan jarak, kali ini tantangannya justru berasal dari rutinitas sehari-hari.
“Tantangan baru dalam menjalin hubungannya untuk menjadi orang yang jauh lebih dewasa ternyata tuh tantangannya tuh hal-hal sehari-hari,” ujar Dian.
Dian mengungkapkan, perjalanan Cinta dan Rangga sebelumnya memang identik dengan jarak dan waktu. Dalam Ada Apa Dengan Cinta?, keduanya harus menghadapi berbagai persoalan hubungan, sementara di AADC 2, kisah mereka kembali bersinggungan dengan hubungan jarak jauh.
“Kalau dulu ya, kalau di AADC 1 ada jarak. Di AADC 2 kita buat mereka LDR-an aja. Jadi kalau udah berumur itu untuk nemuin waktu gitu dan menunjukkan bahasa cinta yang unik,” katanya.

Kini, bentuk bahasa cinta yang ditawarkan pun lebih dekat dengan kehidupan pasangan sehari-hari.
Tak Lagi Puisi, Kini Masak Bareng
Menurut Dian, cara seseorang menunjukkan kasih sayang juga berubah mengikuti zaman. Jika dahulu surat, buku, atau puisi dapat menjadi simbol romantisme, pasangan masa kini bisa menemukan makna cinta melalui aktivitas sederhana.
“Kalau dulu dikirimin buku ada tulisan puisinya itu udah berbunga-bunga banget. Zaman sekarang gimana ya, nggak bisa gitu lagi. Harus jalan. Di sinilah kita sharing bahasa cinta kita, bedanya ada di sini,” tutur Dian.
Salah satu bentuk perhatian yang diangkat dalam Bahasa Cinta Yang Beda adalah memasak bersama. “Bahasa cinta zaman sekarang lewat hal kecil aja. Masak bareng,” ujar Dian.

Melalui film pendek tersebut, Royco ingin mengajak masyarakat melihat bahwa perhatian kepada pasangan tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan istimewa.
Nuning Wahyuningsih mengatakan, kesibukan sehari-hari membuat waktu untuk benar-benar terkoneksi dengan orang terdekat semakin terbatas. “Kesempatan untuk benar-benar terkoneksi semakin ke sini tuh semakin langka. Padahal koneksi ini menjadi bagian yang sangat penting dalam sebuah hubungan,” kata Nuning.
Menurutnya, bahasa cinta dapat hadir melalui perhatian sederhana yang dilakukan secara konsisten. “Bahasa cinta yang berbeda itu terasa indah ketika disampaikan melalui hal-hal kecil, hal-hal detail, atau perhatian-perhatian tapi selalu konsisten disampaikan,” ujarnya.
Karena itu, kegiatan memasak bersama pasangan menjadi salah satu cara yang dipilih Royco untuk menghidupkan kembali koneksi dalam hubungan. “Di sinilah Royco melihat ada kesempatan untuk menghidupkan kembali hubungan melalui hal-hal kecil seperti misalnya masak,” lanjut Nuning.

Dian Sastro dan Cinta Masih Melekat
Kembalinya Dian sebagai Cinta sekaligus menjadi bagian penting dalam kampanye tersebut. Menurut Nuning, karakter Cinta sudah begitu melekat dengan masyarakat Indonesia dan telah dikenal lintas generasi.
“Nggak ada orang yang nggak kenal AADC. Nggak ada yang enggak kenal Mbak Dian sebagai Cinta. Itu kayaknya sudah melekat banget di masyarakat Indonesia bahkan dari beberapa generasi,” kata Nuning.
Produser Mira Lesmana juga menilai gagasan menghadirkan bahasa cinta melalui hal-hal sederhana memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
“Bahasa cinta hadir lewat puisi atau hadiah. Sekarang yang membuatnya istimewa justru sentuhan sederhana yang kita hadirkan dengan penuh ketulusan. Sebuah ide yang sangat menarik untuk kami eksplorasi bersama Royco,” ungkap Mira.
Sementara itu, sutradara Teddy Soeria Atmadja mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu momen besar untuk menunjukkan perhatian kepada orang-orang terdekat. “Jangan berhenti memikirkan perhatian kepada orang-orang yang kita sayangi. Walaupun cuma pakai hal-hal sederhana,” kata Teddy.
Dian pun memperluas makna bahasa cinta yang diangkat dalam film tersebut. Menurutnya, perhatian tidak hanya diperlukan dalam hubungan pasangan, tetapi juga dalam hubungan dengan teman maupun rekan kerja.
“Bahasa cinta itu aku buat bicara tentang ini bukan cuma kepada pasangan loh. Juga sama teman, teman kantor, apapun itu. Pokoknya sehari-hari. Dan jangan lagi terpaku pada hal-hal yang perfect. Kita pakai hati aja,” tegas Dian.
Royco Siapkan Kejutan hingga Akhir Tahun
Nuning mengatakan kampanye Bahasa Cinta Yang Beda tidak berhenti pada film pendek tersebut. Royco masih menyiapkan sejumlah kejutan bagi para penggemar Ada Apa Dengan Cinta? hingga akhir tahun. “Iya tentunya kita tidak akan berhenti di sini. Sampai akhir tahun kita akan siapkan berbagai kejutan istimewa untuk penggemar-penggemar Ada Apa Dengan Cinta di seluruh Indonesia,” pungkas Nuning.
Film pendek Bahasa Cinta Yang Beda dijadwalkan tayang perdana di YouTube Royco Indonesia pada 14 September 2026.
Lewat kolaborasi ini, Dian Sastrowardoyo kembali menghadirkan sosok Cinta dalam fase kehidupan yang berbeda. Jika dulu Cinta dan Rangga harus menemukan jalan di tengah jarak dan perpisahan, kini mereka menghadapi tantangan yang lebih sederhana sekaligus dekat dengan kehidupan pasangan: bagaimana tetap saling memperhatikan dan terkoneksi di tengah kesibukan.
Dan kali ini, salah satu jawabannya bisa sesederhana masak bareng di rumah.


Tinggalkan Balasan