FEM Indonesia, Depok – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menggelqr kegiatan bakti sosial BUMI (Bersama untuk Masyarakat Indonesia) 2.0 yang diprakarsai oleh dari ILUNI FKUI angkatan lulusan tahun 2000 yaitu Yayasan Karya Kompak Medika Sembilan Empat (KOMET). 

Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-75FKUI, serangkaian kegiatan sosial BUMI 2.0 telah dilaksanakan dengan puncaknya adalah operasi bibir sumbing yang digelar di RSUI, Depok, pada 9 Maret 2025, lalu.

Ketua Panitia Dies Natalis FKUI, Dr. dr. Riyadh Firdaus, Sp.An-TI, Subsp.N.an(K), menyampaikan bahwa dengan Mengusung tema Senyuman Merekah, Berjuta Berkah, kegiatan di bulan suci Ramadan ini bertujuan untuk memberikan harapan baru bagi anak-anak dengan kelainan kongenital bibir sumbing. 

“Peserta yang telah terpilih menjalani operasi secara gratis dengan didukung oleh tim medis profesional dari RSUI. Upaya ini merupakan bagian dari dedikasi FKUI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan medis yang inklusif.” ujarnya.

Sementara Dr. dr. Riyadh Firdaus, Sp.An-TI, Subsp.N.an(K), menegaskan, melalui BUMI 2.0, FKUI tidak hanya berupaya membantu individu dengan kebutuhan medis khusus, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. “Pelatihan Siap Siaga Bencana Banjir dan Tsunami yang telah dilaksanakan sebelumnya merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen ini.” katanya.

Ketua Bidang Kemasyarakatan, Sosial, dan Media Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI), dr. Pradono Handojo, MBA, MHA, menyampaikan, “ILUNI FKUI menyambut baik kegiatan sosial yang diprakarsai oleh dr. Riyadh dan kawan-kawan dari ILUNI FKUI angkatan lulusan tahun 2000 (KOMET), di tengah kesulitan melanda banyak anak bangsa.”

Direktur Utama RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp. Obsginsos, turut mengapresiasi inisiatif alumni FKUI dalam memberikan bakti sosial bagi anak-anak dengan bibir sumbing dan menyampaikan,

“Kegiatan kolaborasi bersama ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pasien dan keluarganya, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sebagai rumah sakit pendidikan dengan mengedepankan kualitas pelayanan, RSUI telah banyak menerima pasien dengan kondisi bibir sumbing dan celah lelangit, sehingga RSUI dapat menjadi pilihan masyarakat untuk pelayanan ini. Didukung oleh tim medis profesional serta fasilitas yang memadai, RSUI berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik agar setiap anak mendapatkan kesempatan tersenyum dan lebih percaya diri.”

Sebagai rumah sakit pendidikan kelas A, RSUI memiliki tim bibir sumbing dan celah lelangit terpadu yang didedikasikan untuk penanganan komprehensif bibir sumbing dan celah lelangit. Selain aspek perbaikan anatomis, tim kami juga fokus dalam perbaikan fungsional dengan tetap mengedepankan aspek tumbuh kembang agar nanti pasien dapat memperoleh hasil perawatan yang lebih paripurna.

Tim bibir sumbing dan celah lelangit terpadu RSUI menghadirkan layanan terpadu dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, dengan mengedepankan aspek kolaboratif bidang bedah plastik, bedah mulut, terapi wicara, ortodontik, kedokteran gigi anak, kedokteran kandungan, kedokteran ilmu kesehatan anak, kedokteran THT serta dukungan psikososial bagi pasien dan keluarganya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam upaya FKUI dan RSUI melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.