FEM Indonesia, Jakarta – Rumah produksi  Leo Pictures⁠ kembali menghadirkan film drama keluarga yang sarat emosi melalui Jangan Buang Ibu. Film yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026 ini mengangkat kisah perjuangan seorang ibu yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika ketiga anaknya memutuskan menitipkannya ke panti jompo.

Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri oleh Agung Saputra, film ini mengisahkan perjalanan hidup Ristiana, seorang ibu yang telah mengabdikan hidupnya untuk membesarkan anak-anaknya. Namun di masa tuanya, ia justru harus menerima kenyataan bahwa anak-anaknya merasa tidak mampu lagi merawatnya di rumah.

Menurut Agung Saputra, film tersebut hadir sebagai refleksi bagi masyarakat untuk kembali memahami arti cinta dan pengorbanan seorang ibu.

“Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ujar Agung.

Salah satu daya tarik utama film ini adalah transformasi akting Nirina Zubir yang memerankan karakter Ristiana dalam tiga fase usia berbeda, yakni 40 tahun, 50 tahun, dan 60 tahun. Perubahan fisik yang signifikan, termasuk riasan khusus untuk menampilkan sosok lansia, menjadi tantangan tersendiri bagi Nirina.

“Di film Jangan Buang Ibu, Nirina mendapat tantangan untuk memerankan karakter dengan tiga periode waktu yang berbeda; 40, 50, dan 60-an tahun. Terbayang nggak sih kita memproyeksikan diri kita sendiri 20 tahun yang akan datang, yang kita belum tahu seperti apa?” ungkap Nirina.

Aktris tersebut juga mengaku karakter Ristiana memberikan pengaruh dalam kehidupannya sehari-hari. “Setelah memerankan karakter Ibu Ristiana, seperti ada pertanyaan: ‘Buat apa sih buru-buru? Santai aja lagi,’” katanya.

Selain Nirina, film ini turut dibintangi oleh Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, serta Humaira Jahra.

Film ini juga mendapat dukungan dari produser eksekutif Luna Maya dan Yasmin Napper, bersama Nur Iman Syafe’i dan Evi Surahmawati.

Sebelum tayang secara nasional, Jangan Buang Ibu telah menggelar rangkaian Gala Premiere Keliling Indonesia di 20 kota sejak 30 Mei hingga 23 Juni 2026. Antusiasme penonton disebut sangat tinggi dengan banyak sesi pemutaran yang terjual habis dan diwarnai suasana haru di dalam studio.

Refal Hady yang memerankan Tama, anak sulung dalam keluarga Ristiana, mengaku film ini sangat dekat dengan realitas yang dihadapi banyak keluarga Indonesia saat ini.

“Film ini memperlihatkan perjuangan seorang ibu yang selalu memprioritaskan anak-anaknya dari kecil. Tapi ketika besar, anak-anaknya mengalami dilema antara harus memprioritaskan ibu atau tidak. Ini dilema yang sekarang jadi realitas keadaan banyak dari kita,” ujar Refal.

Ia menambahkan bahwa film tersebut menjadi refleksi pribadi yang mendalam baginya, terutama karena sang ibu telah meninggal dunia. “Seorang ibu adalah sosok yang tidak pernah tergantikan,” tuturnya.

Dengan tema keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Jangan Buang Ibudiprediksi menjadi salah satu film drama Indonesia paling menyentuh pada Juni 2026. Film ini mengajak penonton untuk kembali merenungkan arti bakti, kasih sayang, dan penghormatan kepada sosok ibu yang telah berkorban sepanjang hidupnya.