FEM Indonesia, Jakarta – Diva pop Indonesia, Krisdayanti merilis lagu berjudul “Aku Bangkit” yang menjadi original soundtrack sebuah film bertema kekerasan terhadap perempuan. Lagu ini dirilis lebih dahulu sebelum filmnya tayang sebagai upaya membangun kesadaran publik terhadap isu kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga.
Krisdayanti mengatakan, lagu tersebut diharapkan menjadi sumber kekuatan bagi perempuan, khususnya para penyintas kekerasan. Melalui pesan yang disampaikan dalam lagu, ia ingin para korban berani menyuarakan pengalaman mereka dan tidak lagi terjebak dalam ketakutan.
“Lagu Aku Bangkit ini memberikan penguatan kepada para penyintas atau kaum perempuan yang mendapatkan tindak pidana kekerasan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga. Mereka harus berani berbicara, berani speak up,” ujar Krisdayanti.
Menurutnya, perempuan juga perlu memiliki kemandirian dan relasi yang setara dalam hubungan dengan pasangan. Ia menegaskan bahwa pesan utama lagu dan film tersebut adalah keberanian untuk bangkit dari penindasan.
“Film ini menjadi pelukan hangat bagi para penyintas dan masyarakat yang mungkin mengalami kekerasan dalam rumah tangga agar lebih berani bersuara. Jangan sampai mereka terus berada dalam penindasan,” katanya.
Pelantun “Menghitung Hari” itu menambahkan, perempuan berhak mendapatkan ruang yang aman, dicintai, dan dihargai dalam kehidupan mereka. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan.
“Perempuan harus mendapatkan ruang yang aman, dicintai dan disayangi. Mari sama-sama memberikan ruang yang baik agar perempuan bisa hidup lebih aman,” ungkapnya.
Lagu “Aku Bangkit” diproduksi oleh musisi asal Korea Selatan. Krisdayanti mengaku langsung tertarik ketika pertama kali mendengar materi lagu tersebut pada Agustus 2022.
“Saya dengar dulu materinya dan saya rasa cocok. Proses rekamannya hanya beberapa jam saja, setelah itu selesai,” jelasnya.
Sementara itu, penggarapan video klip lagu ini dilakukan secara serius dengan proses syuting yang berlangsung dari siang hingga malam hari. Produksi video klip juga memanfaatkan teknologi giant screen untuk memperkuat visual.
Menariknya, tim produksi yang terlibat dalam video klip merupakan tim yang sama dengan filmnya, mulai dari sutradara hingga Director of Photography (DOP), sehingga tercipta keselarasan antara musik dan cerita film.
“Jadi semuanya satu sinergi,” kata Krisdayanti.
Ia berharap lagu tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk berani memperjuangkan hak dan keadilan, sekaligus memberi semangat kepada para korban agar tidak lagi merasa sendirian.
“Mudah-mudahan lagu ini bisa menjadi penyemangat, menjadi inspirasi, dan menjadi suara agar orang tidak dibungkam serta lebih berani mencari keadilan,” ujarnya.
Di tengah kesibukannya, Krisdayanti juga menjalani bulan Ramadan dengan lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga. Ia menemani aktivitas anak-anaknya, termasuk mempersiapkan putrinya, Amora, yang akan mengikuti tes masuk SMA.
Selain itu, ia juga sempat berbuka puasa bersama calon menantunya, Sarah Menzel, sebagai bagian dari momen silaturahmi keluarga di bulan suci. [foto dok: ig krisdayantilemos]


Tinggalkan Balasan