Femindonesia.com, Jakarta – Menjelang penayangan film Laut Bercerita pada Oktober 2026, rumah produksi Pal8 Pictures resmi merilis original soundtrack (OST) berjudul “Matilah Kau Mati”, hasil kolaborasi grup musik Efek Rumah Kaca, musisi muda Knogg, dan penulis novel Leila S. Chudori.

Lagu tersebut diadaptasi dari puisi yang terdapat dalam novel best seller Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Tak hanya menjadi pelengkap film, “Matilah Kau Mati” juga menjadi simbol semangat keberanian, perlawanan, dan kebebasan bersuara yang menjadi benang merah kisah Laut Bercerita.

Dalam proses kreatifnya, lirik lagu ditulis oleh Leila S. Chudori, penyair Sutardji Calzoum Bachri, serta vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud. Sementara aransemen digarap oleh Knogg, moniker musisi Angan Senja yang juga merupakan putra Cholil Mahmud.

Secara musikal, “Matilah Kau Mati” menghadirkan nuansa minimalis melalui perpaduan gitar, electric piano, dan synthesizer yang membangun atmosfer melankolis namun penuh harapan. Karakter vokal khas Cholil Mahmud menjadi pusat emosi lagu, sementara sentuhan elektronik dari Knogg memberikan warna baru dalam eksplorasi musik Efek Rumah Kaca.

“Lagu Matilah Kau Mati ingin menggandakan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya. Bahwa semangat baik sebenarnya bertebaran di banyak tempat dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik juga, asalkan kita mau mengubah dan mentransformasikannya,” ujar Cholil Mahmud.

Kolaborasi ini bermula ketika Leila S. Chudori mengajak Cholil Mahmud untuk menggarap soundtrack film adaptasi novelnya. Leila menawarkan puisi berjudul Di Hari Kematianku, yang kemudian diolah ulang menjadi lagu dengan sejumlah penyesuaian pada lirik maupun komposisi musik.

Knogg kemudian memperkaya aransemen melalui penggunaan synthesizer, distorsi, dan elemen MIDI yang sebelumnya jarang digunakan dalam karya-karya Efek Rumah Kaca.

“Saya memang selalu ingin membuat lagu dengan suara synth yang terdistorsi dan memiliki nuansa disonansi. Saya lebih suka sesuatu yang terdistorsi ketika membangun ketegangan,” kata Knogg.

Menurut Leila, judul lagu akhirnya diubah menjadi “Matilah Kau Mati” karena larik tersebut telah menjadi kalimat ikonik dalam novel Laut Bercerita. Kalimat itu merupakan kutipan karya Sutardji Calzoum Bachri yang berulang kali diucapkan tokoh Laut dalam novel.

Bagi Leila, kalimat tersebut memiliki makna mendalam mengenai keberanian yang tidak akan pernah benar-benar padam.

“Meski kita dibungkam atau dipaksa takut berbicara, keberanian akan terus lahir di mana-mana. Kita yang dibungkam, orang lain akan bicara. Orang lain dibungkam, akan ada lagi yang berbicara. Keberanian itu akan lahir berkali-kali,” ungkapnya.

Dalam proses produksi, Knogg mengaku banyak terinspirasi dari karya-karya Efek Rumah Kaca. Ia sengaja memperkuat bagian chorus agar memiliki energi yang lebih besar sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sekaligus ajakan untuk memanfaatkan kebebasan berekspresi.

Film Laut Bercerita sendiri merupakan adaptasi dari novel laris karya Leila S. Chudori yang diproduksi Pal8 Pictures bersama VMS Studio, Jagartha Lynx Films, dan Brandlink. Film ini disutradarai Yosep Anggi Noen, yang juga menulis skenario bersama Leila S. Chudori.

Deretan pemain yang terlibat antara lain Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy, dan sejumlah aktor lainnya.

Lagu “Matilah Kau Mati” sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital mulai 31 Juli 2026, sementara film Laut Bercerita dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada Oktober 2026.