FEM Indonesia, Jakarta – Alas Roban, hutan lebat penuh tanjakan curam dan minim penerangan yang terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dikenal luas sebagai salah satu jalur paling angker di Pulau Jawa. Jalur ini hampir selalu dilewati pengguna jalan darat menuju Semarang dan menyimpan banyak kisah kelam serta misteri yang dipercaya turun-temurun oleh masyarakat.

Konon, Alas Roban merupakan lokasi kerja paksa pembangunan Jalan Raya Pos Anyer–Banyuwangi pada era Gubernur Jenderal Daendels yang menelan ratusan korban jiwa. Kawasan ini juga kerap dikaitkan dengan peristiwa Penembak Misterius (Petrus) pada era 1980-an, yang menambah aura mencekam hutan tersebut.

Kisah horor penuh misteri inilah yang kini divisualkan oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu melalui film terbarunya berjudul Alas Roban. Dalam film ini, Hadrah mengajak penonton menyelami sisi gelap jalur legendaris yang sarat mitos dan kepercayaan lokal.

“Saya ingin menghadirkan sisi gelap jalur paling angker di Jawa Tengah. Penonton saya ajak menyelami peristiwa paling mengerikan yang dipercaya pernah terjadi di sana,” ujar Hadrah Daeng Ratu usai gala premiere film Alas Roban di XXI Epicentrum Walk, Jakarta, baru-baru ini.

Film ini mengisahkan Sita, seorang ibu tunggal asal Pekalongan yang diterima bekerja di sebuah rumah sakit di Semarang. Ia pindah bersama putrinya, Gendis, yang memiliki keterbatasan penglihatan. Perjalanan mereka menggunakan bus terakhir menuju Semarang justru menjadi awal mimpi buruk.

Saat bus melintasi tanjakan curam dan hutan angker Alas Roban, kendaraan mendadak mogok. Dalam kondisi darurat, Gendis meminta izin untuk buang air kecil di sebuah warung di tengah hutan. Sejak saat itu, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Gendis tiba-tiba kerasukan dan menggambar simbol-simbol misterius berupa sosok kera putih yang ditemuinya di hutan jati lebat.

Ketakutan, Sita meminta bantuan Bu Emah, penjaga spiritual hutan Alas Roban. Atas saran Bu Emah, Gendis harus menjalani sebuah ritual khusus di kawasan Alas Roban demi keselamatannya. Demi sang anak, Sita pun menuruti saran tersebut, meski harus menghadapi teror yang semakin mengerikan.

Produser Oswin Bonifanz menjelaskan bahwa Alas Roban terinspirasi dari legenda urban yang hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat sekitar dan para sopir bus lintas Jawa Tengah.

“Film ini memadukan mitos, legenda urban, dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat. Banyak cerita dari sopir dan warga yang menjadi dasar pengembangan kisahnya,” ungkap Oswin.

Diproduksi oleh Narasi, Unlimited, dan Legacy, film Alas Roban dibintangi oleh deretan aktor dan aktris papan atas seperti Michele Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Fara Shakila, Imelda Therinne, Rukman Rosadi, Dewi Pakis, Saputra Kori, Agus Kuncoro, dan Della Dartyan.

Film horor penuh misteri ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2025.