FEM Indonesia – Terinspirasi dari naskah sastra Jawa klasik Serat Centhini, sutradara Hanung Bramantyo membuat film berjudul Gowok Kamasutra Jawa. Produksi MVP dan Dapur Films yang akan dirilis 5 Juni 2025 ini dibuat dalam dua versi 21 tahun + (uncut, belum dipotong) dan 17 + (orisinal).
“Saya tak ambil utuh, hanya part nya pada aspek sex education dan keharmonisan rumah tangga,” ujar Hanung Bramantyo.
Gowok dalam tradisi Jawa kata Hanung adalah wanita yang mengajarkan pendidikan seks dan rumah tangga kepada pria sebelum pranikah. “Film ini adalah dekonstruksi patriarki budaya Jawa klasik di Banyumas di era 1955 sampai 1965,” papar Hanung Bramantyo.
Film bercerita pada era 1960an dari masa kelam ibunya yang dididik oleh gowok Nyai Santi, sosok legendaris. Dua dekade kemudian, takdir mempertemukan mereka yaitu putra Denmas Kamanjaya bernama Bagas belajar seluk beluk pra nikah kepada Nyai Santi. Namun, perangai Bagas tak direstui ibunya. Di ujung film, timbul penghianatan.
Aktor senior dan pendatang baru sengaja dihadirkan di film ini. Seperti Ali Fikry yang masih berusia 17 tahun. Dia harus beradegan nudity dan keintiman dengan Nyai Ratri. Selama syuting dia terus didampingi ibunya dan Runny Rudiyanti sebagai intimacy coordinator.
Raam Punjabi selaku produser mengatakan puas dengan pemeran film Gowok. Antara lain Reza Rahadian, Lola Amaria, Raihaanun, Slamet Rahardjo, Àli Fikry, Devano Danendra, Djenar Maesa Ayu, Alika Jantina, Nayla Purnama dan Donny Damara.


Tinggalkan Balasan