FEM Indonesia, Jakarta – Potensi peningkatan masyarakat yang berbelanja kebutuhan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri cukup tinggi. Pusat perbelanjaan pun melihat peluang ini dengan menyodorkan penawaran menarik. Salah satunya, Sarinah yang memberikan potongan harga hingga 50% melalui program belanja.

Menurut Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, Ramadan bukan sekadar momentum promosi namun juga momentum positioning sebagai Cultural Experience Centre.

“Kami tidak hanya menawarkan promosi, tetapi menghadirkan pengalaman yang terkurasi mulai dari Malam Berkah Extra sebagai penggerak transaksi, Gema Ramadan yang mengangkat tradisi Nusantara, hingga focal point atrium yang menjadi simbol ruang berbagi. Kami ingin setiap kunjungan ke Sarinah terasa bermakna, bukan sekadar berbelanja,” ungkap Raisha, belum lama ini di Jakarta.

Program yang paling diunggulkan tahun ini, lanjutnya, adalah Happy Hours bertajuk Malam Berkah Extra yang diselenggarakan pada 6 hingga 8 Maret 2026 mulai pukul 20.00 hingga 22.00 dengan penawaran diskon hingga 50 persen.

“Program ini dirancang sebagai strategi konversi berbasis waktu yang memaksimalkan momentum belanja malam hari setelah berbuka puasa, khususnya pada periode puncak THR,” katanya.

Selain itu pada periode yang sama, sambung Raisha, melalui rangkaian Gema Ramadan, para pengunjung dapat menyaksikan tradisi yang meramaikan saat Ramadan, semisal pawai obor, marawis, rampak bedug, pertunjukan angklung dan ngabuburit.

Oleh karenanya, ucap Raisha, PT Sarinah memprediksi puncak transaksi akan terjadi pada 6 hingga 13 Maret 2026 yang bertepatan dengan periode pencairan Tunjangan Hari Raya.

“Pada Ramadan 2025, Sarinah mencatatkan 611 ribu pengunjung. Tahun ini, perusahaan optimistis dapat melampaui capaian tersebut. Kami menargetkan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Komersial InJourney Holding, Veronica H. Sisilia mengatakan Ramadan 2026 diposisikan sebagai momentum strategis dalam ekosistem InJourney Group.

“Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih seamless yang mengutamakan kesiapan dan keselamatan wisatawan di setiap titik perjalanan dari bandara, hotel dan destinasi wisata di bawah pengelolaan InJourney,” terangnya.

Terlebih, sambung Veronica, Sarinah memiliki peranan yang penting pada momentum ini sebagai touchpoint penting dalam ekosistem di bawah InJourney.

“Momentum ini menjadi periode krusial, di mana mobilitas dan konsumsi domestik meningkat signifikan. Sarinah kami harapkan sebagai Cultural Experience Center, tak hanya sekedar ruang transaksi namun juga ruang interaksi budaya dan gaya hidup yang melengkapi perjalanan wisatawan,” imbuhnya. [foto/teks : denim]