FEM Indonesia, Depok – Siswi lulusan SMP bernama Nita dari kota Depok, akhirnya bisa melanjutkan sekolah lagi setelah sempat putus sekolah karena keluarganya tak mampu lagi membiayai.
Nita masuk program sekolah gratis yang dicanangkan GHAMA D’Leader School dan melanjutkan sekolah di tingkat SMA atau SMK. Program sekolah gratis merupakan sebuah program kerjasama antara GHAMA D Leader School dan PWI Kota Depok bernama Sedekah Pendidikan.
Program merupakan dalam upaya membantu siswa siswi yatim dan miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikan. Siswa yang bersangkutan juga difasilitasi secara full hingga lulus sekolah, mulai dari seragam, buku, hingga perlengkapan sekolah.

“Alhamdulillah, terimakasih saya bisa bersekolah lagi dan besok saya sudah mulai bersekolah, sekali lagi saya ucapin terimakasih banyak atas bantuannya,” kata Nita berurai air mata saat pertama kali datang di SMK Nasional, di dampingi tim Sedekah Pendidikan, Senin (8/8/2022).
Nita mengaku sangat bahagia bisa sekolah lagi, namun ia hanya bisa mendoakan para pihak yang sudah membantunya untuk melanjutkan pendidikan SMA. “Saya cuma bisa ber-doa, semoga bapak dan semua tim yang telah membantu saya di berikan kesehatan, panjang umur dan rezeki yang berlimpah,” harap Nita.
Sementara Direktur Ghama D Leader School, H. Acep Azhari mengutarakan bahwa program dibuka bagi anak yatim piatu dan anak dari keluarga tidak mampu untuk bersekolah, demi mengejar cita-citanya. “Pendidikan adalah salah satu dari indeks pembangunan manusia (IPM), selain faktor kesehatan dan data beli masyarakat atau ekonomi,” kata H. Acep Azhari saat hadir mendampingi Nita.
Selama berkecimpung di dunia pendidikan sekitar 30 tahun, Acep mengungkapkan pihaknya telah membuka kesempatan sekolah bagi anak yatim, baik SD, SMP, SMA, dan SMK. Ia juga menambahkan bahwa mekanisme yang dilakukan adalah dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk membantu siswa miskin agar tetap bisa sekolah.
Sekolah bukan hanya dibiayai SPP saja, tapi juga di fasilitasi seragam, alat tulis, buku, dan lainnya. Itu yang belum bisa kita menyelesaikan semua. Kita juga ajak masyarakat yang mau menjadi orangtua asuh, yang ingin membantu. Konsepnya sedekah Pendidikan, seperti baitul mal. Uangnya dikumpulkan dan dikelola secara transparan,” jelas Acep.
Acep bersama timnya juga ingin seluruh anak miskin dan tidak mampu di Kota Depok bisa sekolah dan melanjutkan jenjang lebih tinggi. Termasuk dengan mengajak sekolah swasta lain untuk bisa menampung siswa yatim dan miskin.
“Jika kita perbanyak terus gerakan ini, niscaya kota Depok akan bebas dari anak miskin atau duafa yang tidak bisa sekolah karena terkendala biaya,” pungkas Acep.


Tinggalkan Balasan