FEM Indonesia, Bogor – Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Angkatan 1988 yang menamai dirinya Gonsus 88 menggelar Halal Bihalal di Talaga Resort Cikeas, Bogor, Minggu lalu (20/4/2025)
Dalam suasana sejuk dan penuh kedamaian, pertemuan tahunan ini menjadi titik temu ruhani dan emosional untuk mengikat kembali tali-tali persaudaraan yang pernah ditempa dalam satu barisan, satu kiblat, dan satu adab di bawah langit Gontor, puluhan tahun silam.
Para alumni Gonsus 88 sudah tersebar ke berbagai penjuru negeri bahkan dunia dengan beragam profesi antara lain dai, pendidik, profesional, pemimpin, dan pengusaha. Namun semuanya tetap membawa satu identitas ruhani yang sama yakni Alumni Gontor.
Dalam acara yang penuh dengan nuansa kekeluargaan ini, hadir tokoh-tokoh sentral yang menjadi tumpuan semangat dan arah gerak Gonsus 88 yakni Ustad Bachtiar Nasir dan Ustad Andian Parlindungan. Dua figur yang tak hanya dikenal di kalangan alumni, tetapi juga di tengah masyarakat luas sebagai sosok yang berpengaruh dalam dunia dakwah dan pendidikan.
Keduanya tampil bukan sekadar sebagai pemimpin organisasi alumni, melainkan sebagai penjaga semangat dan memastikan bahwa warisan nilai-nilai Gontor tetap mengalir dalam kehidupan para anggotanya.
“Ukhuwah ini bukan hanya tali yang menghubungkan masa lalu. Ini adalah cahaya yang menerangi langkah ke depan. Kita bukan sekadar alumni yang berkumpul, tapi insan yang dipanggil untuk terus mengabdi pada umat,” ungkap Ustad Bachtiar Nasir dalam tausiyahnya.
Senada dengan itu, Ustad Andian Parlindungan menekankan pentingnya menjaga ruh spiritual dalam setiap aktivitas silaturahmi dan kontribusi.
“Kita semua pernah dibentuk oleh sistem pendidikan yang menanamkan adab sebelum ilmu. Maka kebersamaan ini harus membawa kita pada jalan yang terhormat, jalan yang memberi makna dan manfaat,” katanya.
Acara Halal Bihalal ini bukan semata seremoni keakraban, melainkan menjadi forum untuk mengevaluasi kembali perjalanan hidup, mempertajam arah visi alumni ke depan, dan merancang langkah-langkah strategis demi peran lebih luas di tengah umat.
Diskusi hangat mengalir dalam suasana ringan namun sarat makna. Di antara hidangan lebaran dan tawa nostalgia, terselip ide-ide besar tentang pentingnya kontribusi alumni dalam penguatan pendidikan Islam, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan generasi muda yang unggul dan berakhlak.
Doa bersama yang mengakhiri acara menjadi puncak spiritual yang menggetarkan. Dalam diam, setiap jiwa merenungkan betapa luar biasanya persaudaraan yang telah dirajut sejak remaja itu tetap utuh, hidup, dan bermakna hingga kini.
Gonsus 88: Bersatu dalam Ruh, Bergerak untuk Umat
Halal Bihalal Gonsus 88 di Cikeas menjadi penanda bahwa alumni bukanlah sekadar gelar sosial, melainkan amanah ruhani. Dalam ikatan ukhuwah yang tak lekang oleh zaman, para alumni Gontor 1988 menegaskan kembali jati dirinya sebagai insan-insan yang terus ingin memberi, menginspirasi, dan menjaga nilai-nilai luhur pesantren.
Di bawah kepemimpinan dua ustad yang kharismatik dan penuh integritas, Gonsus 88 bersiap melangkah lebih jauh dan merangkul masa depan dengan keyakinan, dan mempersembahkan dirinya sebagai kekuatan strategis bagi kemajuan umat dan bangsa.


Tinggalkan Balasan