FEM Indonesia, Jakarta – Nama Husnuel Yaqin Al Farisy, atau akrab disapa Husnul, mulai diperhitungkan sebagai salah satu atlet muda berbakat cabang olahraga anggar asal Aceh.
Lelaki kelahiran Lhokseumawe, 11 Desember 1999, itu telah menorehkan sejumlah prestasi di tingkat nasional, termasuk saat membela kontingen Aceh dalam ajang PON Aceh-Sumut 2024.
Prestasi yang telah diraih Husnul antara lain juara 3 kategori sabel pada Kejuaraan Pelajar Tingkat Nasional di Palembang, serta juara 3 beregu kategori sabel di PON 2024. Bagi dirinya, pencapaian ini baru langkah awal dari tekad besar untuk mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di kancah internasional.
Olahraga anggar bagi Husnul bukan sekadar hobi, melainkan sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak duduk di bangku SMP kelas 1. Ketertarikan itu muncul saat ia kerap menyaksikan sang ayah, Darmawan, berlatih di GOR dekat rumah. Dukungan penuh keluarga, terutama dari kedua orangtuanya, Darmawan dan Nonong Sifyana Putri, membuat Husnul semakin mantap menekuni olahraga pedang dan topeng ini.
“Bagi saya, anggar itu olahraga penuh sensasi. Tidak hanya mengandalkan ketahanan fisik, tapi juga membutuhkan strategi, konsentrasi, dan daya juang tinggi,” ujar Husnul saat ditemui bersama ayahnya dan Bois Famous Maker di Radio Bola Koaidi, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Husnul mengaku banyak terinspirasi dari sosok Alkindi, legenda anggar asal Aceh yang dijuluki “Si Raja Floret” di era 1980–1990-an. Sosok itu menjadi motivasi sekaligus teladan bahwa atlet Aceh mampu berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di level dunia.
Sebagai sarjana olahraga lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Husnul tidak hanya fokus pada karier atletiknya, tetapi juga bertekad menyeimbangkan antara pendidikan dan olahraga. Ia yakin keduanya bisa berjalan seiring, saling mendukung, dan sama-sama membanggakan.
“Seorang juara itu tidak datang tiba-tiba. Dibutuhkan proses panjang, kerja keras, serta jam terbang lewat pertandingan dan kejuaraan. Itu yang terus saya jalani,” tegas anak sulung dari empat bersaudara ini.
Ke depan, Husnul bercita-cita membawa olahraga anggar Aceh ke level yang lebih tinggi, sekaligus menjadi kebanggaan keluarga, daerah, dan bangsa Indonesia.


Tinggalkan Balasan