FEM Indonesia, Jakarta – Pendidikan berkualitas tidak hanya ditopang oleh sarana fisik, tetapi juga sistem pengelolaan sekolah yang kuat, transparan, dan berkelanjutan.
Berangkat dari semangat tersebut, inDrive memperkuat kepedulian sosial melalui program pendidikan dan aksi volunteer yang menyasar komunitas serta sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai platform mobilitas dan layanan pengiriman global, inDrive tidak hanya berfokus pada layanan ride-hailing, tetapi juga menjalankan berbagai inisiatif sosial untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Salah satu bentuk kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan volunteer bersama Food Cycle Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perwakilan karyawan inDrive di Indonesia terlibat langsung membantu proses pengemasan makanan yang kemudian disalurkan kepada Yayasan Al Ishlah.
Bantuan tersebut diterima oleh anak-anak yang membutuhkan sebagai bagian dari semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana namun bermakna untuk menghadirkan dampak sosial nyata, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dan empati yang menjadi bagian dari nilai perusahaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan dampak sosial yang dimulai dari aksi sederhana namun bermakna, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dan empati,” ujar Rio.
Komitmen sosial tersebut juga diwujudkan melalui program jangka panjang di bidang pendidikan, yakni School Management Training yang dijalankan bersama Happy Hearts Indonesia bagi kepala sekolah dan bendahara di 12 sekolah binaan yang tersebar di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Rio, program tersebut menjadi bagian dari komitmen inDrive dalam membuka akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam membuka akses terhadap pendidikan berkualitas bagi anak-anak di wilayah underserved atau daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan mengenai manajemen sekolah berbasis kebutuhan komunitas, perencanaan keuangan, transparansi pengelolaan dana, hingga penguatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan sekolah.
Rio menjelaskan, banyak sekolah di daerah yang telah dibangun kembali masih menghadapi tantangan dalam membangun sistem manajemen yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan siswa.
Karena itu, program School Management Training tidak hanya berupa pelatihan satu arah, tetapi juga dilengkapi dengan monitoring pasca-pelatihan guna memastikan implementasi berjalan secara nyata dan berdampak jangka panjang.
“Ketika sekolah memiliki tata kelola yang baik, guru dapat mengajar dengan lebih optimal, orang tua terlibat lebih aktif, dan anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Selain pendidikan, aksi volunteer ke Yayasan Al Ishlah juga disebut menjadi bagian dari komitmen inDrive dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Kami ingin terus menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama,” tuturnya.
Sebagai informasi, inDrive telah diunduh lebih dari 400 juta kali secara global dan menjadi aplikasi ride-hailing dengan jumlah unduhan terbanyak kedua di dunia selama empat tahun berturut-turut. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 1.000 kota di 48 negara serta menyediakan layanan transportasi, perjalanan antar kota, pengiriman, hingga layanan keuangan.


Tinggalkan Balasan