Connect with us

Movie & TV

Jago Akting, Denias Kembali Digaet Ria Ricis di “Setan Ngambek” Part 2

Published

on

FEM Indonesia – Eksistensi penyanyi muda, Denias di bidang akting ternyata tak kalah gemilangnya dibidang musik yang digelutinya.

Pasalnya, pelantun single “Mak Aku Patah Hati” pernah sukses menunjukan bakat aktingnya di web series berjudul “Setan Ngambek” bersama artis YouTuber, Ria Ricis.

Berperan sebagai Rama, akting Denias di 16 episode web series yang lalu, meninggalkan kesuksesan bakat aktingnya. Pemilik nama Denias Ismail kembali mendapatkan peran lanjutan web series garapan terbaru Ria Ricis.

“Diajak untuk mengisi web series terbaru dari Ria Ricis dan Denias diminta mengisi karena ada sosok Rama. Itu peran di web series lama, dan sekarang ada lagi di web series yang baru,” ucap Denias di Studio NAGASWARA, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/3/2021).

Web series “Setan Ngambek” part ke-2 kata Denias melibatkan banyak influencer. Hal ini menjadi perhatian tim produksinya mengingat seri pertamanya pada Ramadan tahun lalu terhitung sukses.

“Web series kali ini akan diperankan banyak influencer ternama. Tentunya akan membantu eksistensi saya di industri hiburan,” harap Denias

Kembali berakting garapan Ria Ricis, Denias mengaku tidak terlalu sulit. Selain bisa mengembangkan sayap di dunia hiburan, akting juga sangat mendukung karirnya di dunia nyanyi. [foto: ig-denias]

Movie & TV

Aktris Dian Sastrowardoyo Jadi Duta FFI 2024 Dampingi Slamet Rahardjo Djarot

Published

on

By

FEM Indonesia Komite FFI 2024–2o26 mengumumkan nama-nama Duta FFI 2024. Mereka adalah Slamet Rahardjo Djarot, Dian Sastrowardoyo, Kamila Andini, Lutesha Sadhewa, dan Bryan Domani. 

Kelima nama tersebut merupakan para insan film yang telah berprestasi di dunia film, berlatar dari berbagai unsur dan lintas generasi. Kelimanya akan memperkenalkan dan menggaungkan tema FFI 2024: “Merandai Cakrawala Sinema Indonesia.” 

Penunjukkan kelima nama juga menjadi wujud konkret dari pemaknaan tema FFI 2024, menunjukkan kolaborasi yang dilambari oleh spirit kesetaraan dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia yang kreatif, inovatif, inklusif dan produktif.

Slamet Rahardjo Djarot merupakan aktor, sutradara, dan penulis skenario yang telah berkarya selama kurun 50 tahun lebih. 

“Nama-nama Duta FFI 2024 merefleksikan kolaborasi lintas generasi di industri sinema Indonesia. Mereka juga merupakan nama yang karya-karyanya mendapat pengakuan secara penghargaan kritis dan penerimaan penonton. Kami berharap, dengan ditunjuknya kelima nama sebagai Duta FFI bisa meluaskan khazanah sinema Indonesia di seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Ketua Komite FFI 2024–2026 Ario Bayu dalam keterangan siaran persnya, Senin (10/6).

Sebelumnya telah dibentuk kepengurusan Komite FFI periode 2024–2026, yang diketuai oleh Ario Bayu. Komite FFI 2024–2026 adalah Ario Bayu (Ketua Komite), Prilly Latuconsina (Ketua Pelaksana), Budi Irawanto (Ketua Bidang Penjurian), Mandy Marahimin (Ketua Sekretariat), Gita Fara (Ketua Bidang Keuangan dan Pengembangan Usaha), Pradetya Novitri (Ketua Bidang Acara), Nazira C. Noer (Ketua Humas Acara), dan Michael Ratnadwijanti (Ketua Humas Penjurian).

Para Anggota Komite FFI 2024–2026 dan Duta FFI 2024 akan berkomitmen mendorong proses kolaborasi sehingga dapat menemukan peluang dan potensi baru di industri film Indonesia. Kolaborasi juga menjadi jiwa dan landasan utama dari perhelatan FFI 2024.

Continue Reading

Movie & TV

Romansa Morgan Oey dan Valerie Thomas di Film “Romeo Ingkar Janji” Terungkap pada 25 Juli 2024

Published

on

FEM Indonesia – Film baru layar lebar berjudul “Romeo Ingkar Janji” yang akan mengadirkan kisah cinta manis antara Morgan Oey dan Valerie Thomas mengumumkan akan tayang 25 Juli 2024 di bioskop.

Film drama romansa persembahan Adhya Pictures dan Creative Power Management resmi mengumumkan tanggal tayang melalui akun Instagram @romeoingkarjanji, @adhyapictures dan @creativepowermanagement. 

Selain itu, film menghadirkan potongan adegan romantis antara Morgan Oey dan Valerie Thomas, yang berperan sebagai Romeo dan Agatha. Seperti berada di dunia fantasi dongeng. Di sebuah danau dengan tenda yang mereka buat dari batang kayu dan berbagai rerumputan dan kain sebagai atapnya, keduanya saling memadu kasih. Tawa dan bahagia melengkapi momen tersebut dengan cara yang paling romantis.

Film disutradarai oleh sutradara peraih Piala Citra Sutradara Terbaik FFI 2017, Emil Heradi dan skenarionya ditulis oleh penulis peraih Piala Citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik FFI 2018 Titien Wattimena. 

Sementara Leni Lolang dan Jeremy Thomas menjadi produser di film ini. Sutradara “Romeo Ingkar Janji” menambahkan, melalui film ini penonton Indonesia juga akan melihat sajian kisah romansa yang melebur dengan sedikit sentuhan magis.

“Lewat potongan adegan ini, kami ingin mengenalkan dunia Romeo dan Agatha di film ini. Karakter Romeo yang puitis dan dunia yang meleburkan drama dan magis, semoga menjadi oase di perfilman kita,” kata Emil Heradi.

Dibintangi oleh Morgan Oey, Valerie Thomas, Zulfa Maharani, Unique Priscilla, Widyawati, Donny Damara, Tatyana Akman dan Fajar Nugra.

“Melalui kisah cinta Romeo dan Agatha dalam Film Romeo Ingkar Janji, Adhya Pictures menghadirkan sebuah kisah romantis yang manis, dengan arahan dari crew dan casts berpengalaman dan berbakat, kami berharap persembahan kisah romansa dan patah hati Romeo dan Agatha dapat memberikan warna dan pengalaman manis dalam menonton, dan tentunya bisa diterima, dinikmati oleh penonton” kata Chief Operating Officer Adhya Pictures, Shierly Kosasih.

“Film “Romeo Ingkar Janji” adalah film drama Indonesia yang punya tema cerita tentang cinta yang segar, beda, dan penuh dengan plot twist. Kami ingin menghadirkan kisah romansa melalui karakter Romeo dan Agatha yang relate dengan penonton Indonesia,” kata produser “Romeo Ingkar Janji” Jeremy Thomas.

Continue Reading

Movie & TV

Di Hari Ulang Tahun, Raisa Merilis Film Dibalik Panggung GBK, Ada Rahasia Tak Terungkap!

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Imajinari bekerjasama dengan Juni Records merilis film dokumenter “Harta Tahta Raisa”. Film ini mulai tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 6 Juni 2024 mendatang.

Film dokumenter ini diproduseri Dipa Andika bersama Adryanto Pratono (Boim), dengan Ernest Prakasa sebagai produser eksekutif dan disutradarai Soleh Solihun. Uniknya, tanggal tayang film terasa spesial karena merupakan hari ulang tahun Raisa, tokoh utama di film dokumenter.

Sutradara Soleh Solihun mengatakan, Harta Tahta Raisa akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah perjalanan Raisa yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung.

Ia mencontohkan mulai dari kisah meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023 yakni sebuah konser yang tertunda akibat pandemi namun akhirnya tuntas dan memuaskan dahaga para YourRaisa dan para penikmat musik Indonesia.

StandUp Comedy senior ini menambahkan, film ini juga mengungkap cerita orang-orang di balik kesuksesan nama besar Raisa, mulai dari keluarga, sahabat, produser dan para sahabat sesama musisi. Selain itu, kisah dan sosok Boim yang selalu lekat dengan Raisa juga akan terkuak lebih lengkap di film ini.

“Melalui dokumenter ‘Harta Tahta Raisa’ akan diperlihatkan perjuangan seorang Raisa, dari dia menyanyi di kafe hingga akhirnya punya album dan menaklukkan GBK. Di dokumenter ini, juga akan disorot peran besar Boim. Karena jarang sekali ketika berbicara penyanyi atau artis maupun figur publik yang sukses di dunia hiburan, manajer jarang dibicarakan. Siapa sih, orang di baliknya? Melalui film ini kita akan melihat, Raisa menjadi diva sekarang ini salah satunya ya karena Boim,” kata Soleh Solihun.

Hal senada dikatakan Dipa Andika selaku Produser film Harta Tahta Raisa bahwa selain secara khusus menyoroti momen-momen di balik “Raisa Live in Concert GBK” di dokumenter ini juga banyak tersaji drama-drama kehidupan yang tanpa scripted. Sehingga membuat penonton juga akan masuk ke dalam kehidupan yang sesungguhnya dari Raisa.

“Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” ujar Dipa Andika.

“Kalau dokumenter ini adalah album, ini adalah intronya. Dari babak perjalanan kami sejak 2009–2023. Babak intro dari Raisa bisa sampai ke GBK. Ini adalah karya saya dan Raisa untuk kesekian kali secara bersama,” tambah produser “Harta Tahta Raisa” yang juga manajer Raisa, Adryanto Pratono.

Sementara Raisa mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang-orang yang telah mendukung perjalanannya di dunia musik maupun dirinya sebagai manusia, yang terus bertumbuh melalui film dokumenter ini. 

Secara khusus, Raisa ingin mendedikasikan “Harta Tahta Raisa” sebagai persembahan bagi para fans, YourRaisa. Bahkan, judul film ini juga diambil dari idiom yang selama ini telah mengakar di perbincangan publik Indonesia dengan memberikan pemaknaan yang lebih mendalam.

“Sebenarnya sempat ada kekhawatiran ketika menjalani proyek dokumenter ini. Apakah nantinya akan datar-datar saja, karena kami kan memang yang enggak drama-drama banget. Namun ternyata ketika kamera mengikuti keseharian kami, langsung dikasih drama,” ungkap Raisa.

“Saya dan YourRaisa tumbuh bersama. Dengan dokumenter ini, bisa menjadi nostalgia bersama karena kami sama-sama bertumbuh. Salah satu fanbase yang menurutku sangat positif. Mereka juga aktif kegiatan aksi sosial, terbuka dan sama-sama humorisnya denganku. Bagiku, YourRaisa adalah salah satu harta yang paling berharga,” tutup Raisa.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending