Connect with us

Berita Lifestyle

Kasus Nunung, Lia Emilia Pilih Olahraga Untuk Jaga Stamina

Published

on

FEM Indonesia – Lagi, selebritas tertangkap pihak berwajib karena penyalahgunaan narkoba. Adalah Tri Retno Prayudati atau lebih dikenal Nunung, bersama suami keempatnya, July Jan Sambiran digerebek polisi Polda Metro Jaya lantaran kedapatan memiliki sabu seberat 0,36 gram di kediamannya, di Tebet, Jakarta Selatan Jumat (19/7). Selain itu, tes urine suami isteri ini juga menunjukkan hasil positif.

Ulah pelawak Srimulat tersebut pun menuai keprihatinan masyarakat. Salah satunya penyanyi Lia Emilia. Biduan yang kini bergiat olah raga ini mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Nunung. Terlebih Lia tidak melihat gelagat perempuan yang kerap ngompol karena tertawa terbahak di Ini Talk Show itu sebagai pengguna barang haram.

“Iya prihatin, sedih karena ini mengingat dan pengingat untuk aku juga. Aku memang gak terlalu kenal deket ama mbak Nunung tapi dulu Lia sering event bareng di Medan bareng sama Srimulat dan emang gak ada indikasi kesana sih kalau aku liat,” ujarnya.

Lia menambahkan penyalahgunaan narkoba yang kian marak tidak semata dari kalangan pekerja hiburan semisal Nunung. Pasalnya barang haram tersebut dapat digunakan oleh siapapun dan kalangan manapun. Sebab itu perlu benteng yang kokoh dari dalam diri agar terhindar dari narkoba.

“Hal ini bisa terjadi sama siapa aja bukan hanya dari kalangan artis, pejabat, orang biasa atau kantoran juga bisa kok, bahkan anak-anak remaja. Ini bisa terjadi karena berbagai faktor atau awalnya pengen coba-coba terus keenakan. Di bilang pekerja hiburan rentan terpapar narkoba, emang nyatanya seperti itu. Karenanya diri kita yang harus bisa menolak dan menjauhi lingkungan seperti itu,” terangnya.

Disinggung anggapan mengkonsumsi sabu agar stamina tubuh terjaga, Lia mengaku pernah mendengar hal itu. Tetapi baginya, melakukan olahraga teratur justru yang akan membuat stamina terjaga.

“Mungkin, aku dengarnya begitu, bisa buat jaga stamina karena kepadatan syuting. Namun kalau menurut aku, jaga stamina yang paling bener emang olah raga. Bikin body kita fit, sexy dan bugar sepanjang hari,” jelas Lia lagi.

Hanya kepada Femindonesia.com, perempuan yang tengah menyiapkan single baru ini berharap agar pihak berwenang memberikan rehabilitasi sehingga Nunung bisa mengambil pelajaran atas kejadian tersebut.

“Aku sih berharap mbak Nunung bisa di rehab ya. Biar bisa sembuh dari ketergantungan, gak tega aku liat Mbak nunung tadi pas liat di press release Polda. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi. Aku yakin setiap kejadian ada hikmahnya. Mudah-mudahan ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua,” pungkas Lia. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Hot News

Miniature Store Atmos “Urban Sneaker Society 2019” di Distrik 8 SCBD Jakarta

Published

on

FEM Indonesia – Fenomena pencinta sneakers berkembang pesat. Salah satu penggerak kekuatan tersebut adalah Hidefumi Hommyo, sang pendiri Atmos.

Didirikan sejak tahun 2000, Atmos dimulai sebagai toko retail kecil di jalan Ura-Harajuku di Tokyo. Selanjutnya, Atmos membuka tokonya di Tokyo, Osaka, New York City, dan Seoul. Pada tahun 2018, Atmos membuka intemasionaljlagship store di kawasan Asia Tenggara di kota Bangkok, Thailand. Dan kini di Jakarta, Indonesia.

Atmos juga terlibat dalam beberapa projek eksklusif bersama Hirofumi Kojima yang dikenal dengan nama Koji, sebagai Creative Director Atmos. Kolaborasi pertamanya di tahun 2002, Atmos mencatat rekor fenomenal dengan Nike Air Max 1 Safari, dimana saat peluncurannya berhasil membuat ratusan pencinta sneakers dari berbagai Negara datang ke Tokyo untuk mengantre di depan toko Atmos sejak pagi hari.


Mereka juga mengirimkan e-mail, dan menghubungi Atmos secara online sehingga membuat server crashed. Fenomena ini berlanjut dengan kolaborasi bersama beberapa brand ternama lainnya, seperti Nike, Adidas, Reebok, Puma, dan Asics Tiger. Atmos berkembang pesat dengan kolaborasi yang terns dilakukan, bersama beberapa brand temama dengan desain yang spektakuler masih bersama Koji.

Saat ini, pencinta sneakers dan streetwear makin mengenal Atmos sebagai toko retail streetwear dan sneakers temama asal Jepang yang berbasis di Tokyo. Produk Atmos terdiri dari 80% footwear, 20% apparel, dan accessories.

Namun sekarang tak perlu jauh-jauh ke Tokyo, Atmos ditargetkan akan segera dibuka di Plaza Indonesia, Desember 2019 mendatang. Sebelumnya, Atmos akan menampilkan miniature store di Indonesia untuk memperkenalkan produk kolaborasi Atmos, khususnya untuk pencinta sneakers dan streetwear. Rangkaian acara opening miniature store, akan diawali dengan instalasi produk andalan Atmos di event sneakers terbesar di Asia Tenggara, Urban Sneaker Society 2019 (USS) pada tanggal 8 10 November 2019 di District 8 SCBD Jakarta.

“Market Sneaker di Indonesia sangat besar, baik Qmine maupun online, oleh sebab itu kehadiran Atmos di Indonesia diharapkan dapat memperkuat sneaker culture di Indonesia, dan bisa bekerjasama dengan retail dan berbagai brand yang ada,” ujar Marcel Lukman, President director Atmos Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Kehadiran Atmos di Jakarta ternyata sangat dinantikan dengan antusias oleh pencinta sneakers di Indonesia, khususnya di Jakarta Pengunjung dapat melihat 45 koleksi kolaborasi dengan berbagai brand temama’ dibuat seperti miniature store yang dapat dinikmati oleh kalangan urban pencinta sneakers dan streetwear.


Miniature store Atmos yang berada di area Urban Sneaker Society 2019 menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Rawe. Selama 3 hari, setiap pengunjung yang membeli T-shirt dengan harga Rp. 400.000 mendapatkan kesempatan pengundian rame setiap pukul 17.00 setiap harinya. Pengunjung yang beruntung akan mendapatkan sepasang sepatu special Atmos collaborations.

Urban Sneakers Society 2019 diselenggarakan untuk keempat kalinya, menghadirkan Iebih dari 150 produk sneakers dan streetwear terbaik dari brand Intemasional maupun lokal terkemuka.

Tiket masuk seharga Rp.80.000,untuk hari Jumat Minggu, 8 10 November 2019, mulai pukul 10.00 22.00 WIB di District 8 SCBD. Penasaran?

Continue Reading

Lifestyle

7 Kilometer Seruas Perjalanan Verawati Basri, Buku Perjuangan Wanita dan Motivasi

Published

on

FEM Indonesia – ‘7 Kilometer Seruas Perjalanan Verawati Basri’ karya Asteria Elanda, yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia, menceritakan sebagian perjalanan hidup Verawati Basri, wanita pengusaha di bidang transportasi, yang masih banyak didominasi pria.

Angka 7 kilometer adalah kiasan angka indah yang telah berhasil dilalui Verawati. Banyak lagi kilometer-kilometer berikutnya yang akan ditempuh. Vera memastikan, akan meneruskan langkahnya dengan nilai-nilai yang sama dengan nilai-nilai yang telah membawanya hingga sejauh ini.

Banyak juga motivasi yang bisa dipelajari seperti motivasi kehidupan, maupun motivasi dalam kepemimpinan. Sebagai wanita pemimpin, Verawati pandai menata emosi. “Menghindari nada tinggi dan menyampaikan maksud dengan rendah hati, serta memberikan ruang untuk lawan bicara, akan membuat kita menjadi pemenang,” kata Verawati.

Di hari jadinya yang ke-40, Verawati meluncurkan buku dan membagikannya pada 500 anak-anak remaja yang kurang beruntung. Diharapkan buku bisa menjadi semangat mereka dan masyarakat luas untuk meraih mimpi.

“Sebuah keberhasilan bisa dimulai dari pemikiran kita, dari mimpi dan angan-angan. Dibantu dengan doa, usaha, dan kerja keras, semua mimpi itu bisa terealisasi dalam kehidupan siapa pun. Saya mengarungi kehidupan dengan cermat, bersahaja dan apa adanya. Pengorbanan dan pelajaran berikut kebaikan-kebaikan dalam perjalanan saya itulah yang saya ingin bagi melalui buku ini. Inilah “7 Kilometer” kehidupan yang saya lewati. Semoga menginspirasi,” papar Verawati dalam sebuah halam di buku.

Buku menceritakan sebagian perjalanan hidup seorang wanita bernama Verawati Basri, wanita pengusaha di bidang transportasi, yang masih banyak didominasi pria. Verawati adalah seorang CEO di Trans Pacific Global, perusahaan transportasi yang saat ini cukup diperhitungkan.

Seperti kebanyakan orang, Verawati memulai karier dari tangga paling bawah, yaitu menjadi seorang counter sales di salah satu dealer kendaraan mewah. Kariernya bergerak maju ke perusahaan di bidang sewa kendaraan. Di sinilah ia menguasai ilmu mulai dari bawah dengan segala permasalahannya. Meskipun bekerja sambil meneruskan kuliah, di perusahaan tersebut Verawati diandalkan menjadi garda depan hingga mencapai posisi yang mapan.

Namun Verawati memiliki jiwa petarung. Ia memilih mengadu peruntungan mendirikan perusahaan sejenis bersama beberapa rekannya. Namun dalam perkembangannya, Verawati meneruskan usaha itu sendirian. Jatuh bangun tanpa putus asa, modal minim, diusir layaknya fakir, berkantor di gudang, dimulai dari nol kilometer, dan tiga unit mobil, Verawati memulai mendirikan Trans Pacific Global di tahun 2007. Belum sempat menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana, akhirnya Verawati sudah menjadi CEO di usia 28 tahun.

Tak mudah menjadi pemimpin katanya, tapi yang diyakininya menjadi pemimpin adalah contoh

Continue Reading

Lifestyle

Daliatex Gandeng Tiga Perancang Busana Beken di “Jakarta Fashion Week” 2019

Published

on

FEM Indonesia – Perhelatan Jakarta Fashion Week 2019 kali itu menampilkan karya tiga perancang busana yaitu Kami, Restu Anggraini, dan Barli Asmara berkolaborasi dengan perusahaan tekstil Daliatex.

Di ajang fashion show tahunan yang bergengsi ini, ketiga perancang busana beken tersebut menampilkan karya-karya terbaru mereka yang menggunakan bahan – bahan khusus dari Daliatex.

Barli Asmara mengungkapkan, bahwa dirinya sangat senang dapat berkolaborasi dengan Daliatex yang berlangsung cukup lama.

“Daliatex selalu terbuka terhadap masukan-masukan yang saya berikan. Ia juga menjaga kontinuitas produk. Selain itu, memiliki kualitas yang tak kalah dengan bahan impor lainnya. Dalam setiap proses pembuatan koleksi yang menghabiskan waktu hampir 1 bulan ini, terdapat campur tangan saya di dalamnya. Tema desainnya sendiri saya pilih feminine monochrome yang terinspirasi dari perempuan-perempuan Indonesia yang lembut namun juga kuat,” papar Barli di Press room Jakarta Fashion Week, Senayan City, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Bertajuk “Unity in Diversity”, Barli Asmara malam itu menampilkan 20 koleksi busana yang cocok untuk semua karakter tubuh perempuan Indonesia. Koleksinya didesain dengan sentuhan khas Barli Asmara yang bernuansa klasik dan elegan.

Pada kesempatan yang sama, perancang Restu Anggraini mengungkapkan bahwa produk Daliatex memiliki semua komponen bahan yang ia butuhkan. “Apapun bahan yang saya butuhkan, ketika saya pesan ke Daliatex mereka siap menyediakan. Juga jika butuh tambahan, misalnya untuk bahan Ready to Wear, Daliatex selalu siap menyediakan,” beber Restu.


Dalam kesempatan itu, desain busana yang ditampilkan sengaja dibuat Iebih luwes mengikuti gerak pemakainya, Restu sepertinya ingin menekankan pentingnya mengutamakan kenyamanan dalam berpakaian. Dan pada akhirnya, keseimbangan hidup manusia juga harus meliputi hubungan yang harmonis antara manusia dengan dirinya sendiri,” terang Restu.

Devina Unjoto selaku Marketing Executive dari PT Daliatex Kusuma menjelaskan bahwa kolaborasi kali ini adalah untuk mendukung brand brand lokal Indonesia. “Dengan mendukung fashion brand local, Daliatex memiliki misi untuk memajukan industri fashion di Indonesia,” tutur Devina.

Dukungan pada brand lokal tersebut, lanjut Devina, dilakukan dengan kesanggupan Daliatex menyediakan tekstil secara customized sesuai dengan karakter warna dan motif masing-masing fashion brand. Selain dukungan warna dan motif sesuai karakter, Daliatex mendukung berapapun bahan yang diperlukan desainer.

“Daliatex siap menyediakan kain mulai 50 yard untuk koleksi busana eksklusif sampai dengan puluhan ribu yard untuk koleksi busana ready to wear. Yang jelas, kestabilan kualitas dan ketersediaan kain untuk koleksi busana desainer terwujud berkat dukungan Daliatex,” papar Devina.

Daliatex merupakan pabrik kain yang didirikan pada tahun 1965, berlokasi Bandung. Sudah lebih dari 50 tahun, Daliatex telah menjadi salah satu pabrik kain yang berdedikasi untuk memberikan dukungan terbaik kepada dunia fashion Indonesia.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending