FEM Indonesi, Depok – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bekerjasama dengan Yayasan Perempuan Untuk Negeri (PUN) dan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia ( Pardemi) Jaya, suksws menggelar bakti sosial berupa operasi mata katarak, bibir sumbing dan celah lelangit secara gratis.
Kegiatan sosial operasi mata katarak secara gratis, sukses dilakukan di RSUI Kota Depok, pada hari Sabtu (30/9/2023). Selain operasi mata katarak, para pasien juga diberikan goodie bag kepada para peserta secara seremonial di Main Hall RSUI.
Direktur Utama RSUI Dr. dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K), MPH, mengatakan bahwa dari 114 calon peserta katarak yang mendaftar, sebanyak 51 peserta yang lolos skrining telah dilakukan tindakan operasi oleh tim dokter spesialis mata RSUI dan Perdami Jaya. Sedangkan, untuk peserta bibir sumbing, celah lelangit, sebanyak 8 peserta telah dilakukan tindakan operasi pada tanggal 18-27 September 2023 lalu.
“Syukur kami ucapkan karena kegiatan baksos telah berjalan lancar dan banyak masyarakat antusias mendaftar kegiatan baksos ini. RSUI berupaya memberikan layanan yang terbaik untuk para peserta mulai dari proses skrining, tindakan operasi hingga perawatan pasca operasi. Terima kasih kami ucapakan kepada Yayasan PUN dan Perdami Jaya yang mendukung penuh kegiatan ini sehingga terlaksana dengan baik,” Direktur Utama RSUI Dr. dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K), MPH, di Hall RSUI, Sabtu (30/9/2023).

dr. Astuti menambahkan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian bersama RSUI, PUN, dan Perdami Jaya dalam rangka menjalankan tanggung jawab sosial untuk membantu menurunkan angka kasus katarak yang masih tergolong tinggi di Indonesia dan juga kasus bibir sumbing, celah celah lelangit yang masih perlu mendapat perhatian.
“Untuk kegiatan hari ini kita melibatkan dokter-dokter spesialis mata dari Perdami Jaya dan juga dokter dari RSUI. Kami mengapresiasi kepada pihak-pihak yang bersedia berkolaborasi mengadakan kegiatan sosial ini, khususnya dari Yayasan PUN sebagai inisiator sehingga baksos dapat berjalan dan juga Perdami Jaya yang turut membantu menyediakan dokter-dokter spesialis mata,” terangnya.
Astuti menambahkan, bahwa katarak masih menjadi masalah utama gangguan penglihatan mata di Indonesia. “Melalui kegiatan ini, kami juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata, dan mencegah gangguan penglihatan. Termasuk melakukan deteksi dini gangguan penglihatan pada keluarga secara sederhana di rumah. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam menurunkan prevalensi angka gangguan penglihatan yang masih tinggi, terutama katarak,” paparnya.
Kegiatan bakti sosial kali ini digelar dalam rangka memperingati 14 tahun Yayasan PUN. Sebagai Organisasi Sosial dan Nirlaba yang didirikan pada bulan September 2009 yang beranggotakan perempuan dari berbagai kalangan profesi dan latar belakang, dengan tujuan untuk membantu bagi masyarakat yang kurang mampu melalui kegiatan yang bersifat sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai elemen yang telah ikut berkolaborasi dalam bakti sosial ini. Kegiatan ini kami lakukan sebagai apresiasi dan kontribusi kepada pemerintah dalam meminimalisir angka penderita gangguan penglihatan dan bibir sumbing,” ujar Ketua Harian PUN, Sarita Thaib.
“Baksos kali ini bekerja sama dengan RSUI & Perdami Jaya melakukan operasi gratis dan kegiatan baksos ini dapat memberikan banyak manfaat dan di hari ultahnya PUN memberikan banyak berkah untuk semua masyarakat yang membutuhkan.” tambah Sarita.
Berdasarkan data nasional Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014 – 2016 Kemenkes, dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas diketahui bahwa angka kebutaan mencapai 3% dan katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi (81%).
“Oleh sebab itu, Perdami Jaya masih berupaya untuk membantu menurunkan angka ini, dengan terus melakukan bakti sosial operasi katarak di seluruh Indonesia untuk membantu penderita katarak yang kurang mampu di pelosok negeri.” tutur Sekertaris Perdami Jakarta, dr. Astrianda Nadya Suryono,Sp.M(K).
RSUI terus berupaya kegiatan bakti sosial tidak hanya berhenti sampai di sini. Dukungan dan kepercayaan masyarakat juga membantu kami dalam memberikan layanan kesehatan yang bermutu sesuai yang dibutuhkan masyarakat. RSUI merupakan Rumah Sakit tipe B memiliki dokter spesialis dan subspesialis dengan berbagai layanan unggulan yang tersedia.


Tinggalkan Balasan