FEM Indonesia – Pemuatan komik atau kartun yang menarasikan Dinasti Jokowi oleh sebuah Majalah ternama, baru-baru ini membuat jaringan Relawan Alap Alap Jokowi, meradang.

Relawan menganggap komik itu telah menistakan momentum Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Kami dari Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi mengutuk penggambaran biadab terhadap Pak Jokowi. Untuk itu, dalam surat terbuka ini, jika Majalah Tempo tidak menarik komik tersebut dan redaksi tidak menanggapi atau mengklarifikasi, kami akan melangkah secara etik dan hukum,” tulis Isnaini, Ketua Relawan Alap Alap Jokowi, dalam keterangan resminya, Rabu (17/4/2024).

Isnaini menyebut bahwa pernyataan surat terbuka itu sebagai peringatan. Jika diabaikkan pihaknya akan mengambil langkah hukum. “Kami akan melaporkan ke Dewan Pers dan kemudian kami akan melayangkan laporan ke Kepolisian Republik Indonesia dengan tuduhan ujaran kebencian,” ujarnya.

Menurut dia, apa yang dimuat Tempo bukaah produk jurnalistik karena ada muatan kebencian dan penistaan, terlebih pada momentum Idul Fitri.

“Kami tidak buta etika jurnalistik. Kami tidak tuli fungsi dan tujuan sebuah informasi menjadi berita publik. Terakhir, kami tidak takut jika Tempo mau membalas surat terbuka kami ini terhadap jaringan relawan kami! Seyogianya momentum lebaran menjadikan kita insan saling membuka hati pintu maaf. Tetapi justru Tempo memanfaatkan dengan penistaan yang sangat rendah!,” tegasnya.