FEM Indonesia, DEPOK – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan NU Care-LAZISNU Depok untuk memperkuat solidaritas sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Lembaga filantropi di bawah naungan Nahdlatul Ulamaini mencatat penghimpunan dana mencapai Rp1.790.406.470.

Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dihimpun melalui berbagai kanal layanan serta gerakan sosial di Kota Depok selama Ramadhan.

Ketua LAZISNU Depok, Muhtar Said, menyatakan capaian ini menjadi bukti kuatnya solidaritas warga Nahdliyin di Depok. Ia menegaskan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran jaringan pengelola zakat di tingkat akar rumput.

Saat ini, penghimpunan dana didukung oleh 53 jaringan JPZIS NU dan UPZISNU yang tersebar di 11 kecamatan.

“Pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kekompakan warga NU Depok. Ini bukti bahwa semangat dari umat untuk umat benar-benar hidup,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola lembaga yang profesional dan akuntabel. Seluruh dana yang dihimpun, kata dia, tercatat dengan baik dan disalurkan secara tertib sebagai bagian dari komitmen menjaga amanah masyarakat.

Menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap LAZISNU Depok terus meningkat, terutama dalam penyaluran zakat mal.

“Kepercayaan masyarakat menjadi indikator bahwa LAZISNU Depok bekerja secara profesional, amanah, dan transparan,” tegasnya.

Menjangkau Dhuafa hingga Guru Ngaji

Dana yang terkumpul telah disalurkan melalui berbagai program Ramadhan, di antaranya santunan dhuafa, bantuan guru ngaji, penyaluran fidyah, pembagian sembako, hingga dukungan bagi pekerja informal seperti tukang gali kubur.

Selain itu, LAZISNU Depok juga memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan. Lembaga ini menyalurkan bisyaroh kepada 250 guru ngaji serta mendukung operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola Muslimat NU.

Program tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan atas peran penting para pendidik keagamaan dalam membina generasi muda.

Ke depan, LAZISNU Depok juga merencanakan pembangunan PAUD Muslimat NU pada 2026 guna memperluas akses pendidikan usia dini yang berkualitas.

Bina 53 UMKM, Dorong Kemandirian Ekonomi

Tak hanya fokus pada bantuan sosial, LAZISNU Depok juga mengembangkan program zakat produktif untuk pemberdayaan ekonomi. Hingga kini, sebanyak 53 pelaku UMKM telah mendapatkan dukungan permodalan dan pendampingan usaha.

Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, bahkan menjadikan para penerima manfaat sebagai muzakki di masa depan.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembinaan UMKM,” jelas Muhtar Said.

Ke depan, LAZISNU Depok berkomitmen memperluas jangkauan program di bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi. Dengan semangat “dari umat untuk umat”, gerakan kepedulian ini diharapkan terus tumbuh menjadi budaya kolektif dalam membangun kesejahteraan masyarakat.