FEM Indonesia, Jakarta – Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) terus digenjot Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI). Salah satunya melalui nonton bareng Film Tumbal Darah bersama mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya serta komunitas, di bioskop di AEON Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Kamis (6/11). Diharapkan usai nonton bareng, tujuan kampanye GNBSM tercapai.
“Selama 10 tahun LSF mengkampanyekan GNBSM dan sosialisasi di seluruh kota di seluruh Indonesia, lebih dari 40 lokasi setiap tahun. Hal ini untuk mengingatkan, memberikan listerasi kepada para penonton agar memilih dan memilih film sesuai dengan klasifikasi usia. Tujuannya hanya itu,” ujar Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia, Noorca M. Massardi.
“Sebab itu jika menonton film 17 tahun tolong ingatkan adik – adiknya agar menonton film sesuai dengan klasifikasi usia. Tidak hanya di bioskop namun di gawai, handphone, walau sudah di password tetap diawasi,” lanjutnya.
Hal senada dikatakan Produser Film Tumbal Darah, Sigit Pratama. Menurutnya budaya sensor mandiri menjadi gerakan menjadi sangat penting lantaran film yang ditayangkan secara utuh. Sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam cerita film tersebut dapat diterima oleh penonton.
“Film Tumbal Darah ini bahkan jika dibiarkan untuk sensor mandiri, maka akan ditonton secara utuh. Karena ketika penonton melihat secara utuh dan prosuder juga sadar untuk menyajikan tayangan yang punya nilai, penonton pun juga akan paham nilai-nilai apa yang kami berikan tanpa kami memootng adegan dan dapat dukungan dari LSF bahwa, misal ada adegan kekerasan bukan kami ingin menonjolkan hal itu namun memang itu yang diperlukan sebagai sebuah simbol untuk sebuah adegan dan untuk menampilkan sesuatu,” terangnya.
“Jadi saya pikir bagaimana akhirnya film Indonesia akan semakin mapan, semakin berdaya dan semakin banyak ditonton masyarakat Indonesia jadi penting. Jadi untuk dipotong itu sudah jauh dan akhirnya film Indonesia, jadi raja di Indonesia sendiri,” katanya lagi.
Di tempat yang sama, hadir pula Ketua Komisi III LSF RI Kuat Prihatin dan Ketua Subkomisi Sosialisasi LSF RI Titin Setiawati yang menjelaskan tentang tugas, fungsi LSF dan bagi masyarakat serta artis Bani Shallum Ratu Ke dan Donny Alamsyah. [foto/teks : denim]


Tinggalkan Balasan