FEM Indonesia – Kisah cinta tak melulu milik anak muda. Serial terbaru dari Vidio, Mama-Mama Pengejar Cinta, membuktikan bahwa romansa, tawa, dan drama tetap bisa membara di usia dewasa. 

Dibungkus dalam balutan drama-komedi yang menyentuh dan mengocok perut, serial ini tayang eksklusif di Vidio dan menjadi representasi baru bagi perempuan matang yang tak takut mengejar cinta.

Disutradarai oleh sineas ternama Lasja Fauzia, serta diproduksi oleh Amadeus Sinemagna, serial ini menghadirkan 8 episode yang dijadwalkan tayang setiap hari Jumat. Mengusung pesan universal bahwa cinta tak mengenal usia, serial ini mengangkat dinamika kehidupan perempuan dewasa dengan cara yang menyegarkan dan relevan.

“Perempuan dewasa juga punya hak untuk jatuh cinta dan mengejar kebahagiaannya sendiri. Kami ingin menyampaikan kisah yang dekat dengan realita, namun tetap menghibur dan penuh makna,” ujar Lasja Fauzia.

Wulan Guritno memerankan Adia, seorang wanita yang kehidupannya hancur saat sang suami, Harris (diperankan oleh Ari Wibowo), tiba-tiba menggugat cerai. Ketika Adia mulai bangkit, kabar bahwa mantan suaminya akan menikah dengan wanita yang jauh lebih muda mengguncang hatinya. Dalam usaha yang konyol namun berani untuk menggagalkan pernikahan itu, Adia memulai perjalanan yang penuh kekonyolan dan kejutan emosional.

Ia tidak sendiri, Asri Welas sebagai Tara dan Masayu Anastasia sebagai Ibel, dua sahabat yang setia, ikut terlibat dalam berbagai aksi kocak hingga momen haru biru. Tara dikenal ceria dan ramah terhadap lawan jenis, tapi menyimpan trauma cinta. Ibel, si kuat yang diam-diam berjuang dengan masalah kesuburan dan konflik rumah tangga, melengkapi trio ini dalam perjalanan mereka menyusun kembali puzzle cinta dan kehidupan.

Dengan pendekatan yang menggabungkan komedi absurd, drama relasional, dan persahabatan yang kuat, Mama-Mama Pengejar Cinta menjadi refleksi segar tentang makna cinta, penerimaan diri, dan solidaritas perempuan dewasa.

Serial ini tidak hanya menjadi hiburan, tapi juga mengangkat suara mereka yang sering tak terwakili di layar: perempuan berusia matang yang masih berhak tertawa, menangis, dan jatuh cinta.