FEM Indonesia, JAKARTA — Grup layanan kesehatan HMI Malaysia meresmikan Authorised Representative Office (ARO) atau kantor perwakilan perusahaan asing terbesarnya di Jakarta.
Pembukaan ini menegaskan komitmen HMI Malaysia selama lebih dari dua dekade dalam memfasilitasi pasien Indonesia yang mencari layanan kesehatan swasta berkualitas dan terjangkau di Malaysia, khususnya melalui Mahkota Medical Centre di Melaka dan Regency Specialist Hospital di Johor.
Peresmian kantor ARO tersebut dihadiri Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Datuk Syed MD Hasrin Tengku Hussin, yang menekankan pentingnya kolaborasi layanan kesehatan lintas negara serta kuatnya hubungan bilateral Malaysia–Indonesia.
Saat ini, HMI Malaysia melayani pasien Indonesia melalui 12 jaringan ARO yang tersebar di berbagai kota. Jaringan ini memberikan dukungan langsung di lapangan untuk memastikan akses layanan kesehatan swasta yang terkoordinasi dan efisien. Di antara seluruh jaringan tersebut, Jakarta menjadi salah satu pasar paling strategis dan berkontribusi signifikan terhadap jumlah pasien.
HMI Malaysia pertama kali membuka kantor perwakilan di Jakarta pada 2002, menjadikannya salah satu grup layanan kesehatan swasta Malaysia paling awal yang menghadirkan pendampingan pasien Indonesia melalui kantor lokal. Sejak itu, Jakarta secara konsisten masuk lima besar kota penyumbang pasien yang berobat ke Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital, mencerminkan tingkat kepercayaan yang terjaga selama puluhan tahun.
Kantor ARO Jakarta terbaru ini merupakan yang terbesar di Indonesia, beroperasi di ruko dua lantai dan didukung tiga tim operasional yang melayani wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. Sebanyak tujuh staf operasional disiapkan untuk memperkuat layanan sesuai skala dan keragaman pasar Jakarta.
Dirancang sebagai pusat layanan satu pintu (one-stop service), ARO Jakarta menyediakan dukungan menyeluruh mulai dari informasi medis, pengaturan jadwal konsultasi dokter, estimasi biaya perawatan, pengaturan perjalanan, hingga pendampingan pascaperawatan. Pendekatan ini memastikan pengalaman pasien yang mulus sebelum, selama, dan setelah berobat di Malaysia.
Layanan pasien melalui ARO Jakarta didukung kemampuan klinis unggulan Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital yang telah terakreditasi Medisave untuk pasien Singapura. Kedua rumah sakit ini dilengkapi smart ward generasi terbaru serta sistem bedah berbantuan robot, yang meningkatkan presisi, efisiensi, dan kenyamanan pasien di berbagai layanan spesialis. Pasien internasional yang dilayani berasal dari Indonesia, Singapura, Tiongkok, Vietnam, hingga Kamboja.
Melengkapi ekosistem layanan pasien internasional, Mahkota Medical Centre juga menghadirkan Airport Concierge di KLIA2, yang memfasilitasi kedatangan pasien internasional agar transisi dari perjalanan menuju perawatan medis berlangsung nyaman dan terkoordinasi.
Chin Wei Jia, Group CEO HMI Medical, menyatakan pembukaan ARO terbaru ini merupakan investasi strategis untuk meningkatkan pengalaman pasien dan memperkuat kolaborasi regional.
“Dengan memperkuat kehadiran kami di Jakarta, kami meningkatkan kesinambungan perawatan sekaligus memperluas akses layanan kesehatan swasta berkualitas dan terjangkau bagi pasien Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Stanley Lam, CEO HMI Malaysia, menambahkan ARO Jakarta berperan penting sebagai pusat rujukan dan koordinasi layanan lintas negara.
“Kantor ini menjadi penghubung utama antara pasien, dokter rujukan, dan tim medis di Malaysia, sehingga memungkinkan pelayanan yang cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” katanya.
Jakarta juga menjadi lokasi utama berbagai program keterlibatan pasien, termasuk Pink October, kampanye kesadaran kanker payudara terbesar HMI Malaysia di Indonesia yang dihadiri hampir 300 peserta.
Dengan diresmikannya kantor ARO terbesar di Jakarta, HMI Malaysia semakin memperkuat posisinya di Indonesia dan melanjutkan komitmen jangka panjang dalam menghadirkan solusi layanan kesehatan swasta yang mudah diakses, berfokus pada pasien, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.


Tinggalkan Balasan