FEM Indonesia – Belasan ribu relawan Jokowi, Sabtu (7/10), memenuhi Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor. Kehadiran relawan dari berbagai daerah tersebut merupakan acara Konsolidasi Nasional Jaringan Relawan Alap Alap Jokowi untuk mendengarkan pidato politik.
Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo memberi pesan agar memilih pemimpin harus orang yang mau bekerja keras dan berani.
“Kita harus hati-hati dalam memilih pemimpin. Tantangan ke depan bukan makin ringan tapi makin berat, dunia tidak baik-baik saja. Adanya krisis pangan, iklim, dan sebagainya, perlu pemimpin yang berani, yang punya nyali,” jelas Jokowi.
Jokowi menambahkan, seorang pemimpin negara harus berani dan mempertahankan kepentingan negaranya sendiri. Jokowi mencontohkan agar sosok presiden harus berani menghadapi kekuatan asing di panggung internasional.
“Jangan digertak negara lain sudah ciut, misal digugat Uni Eropa ke WTO kita jadi grogi. Jangan Indonesia punya pemimpin yang nyalinya gampang ciut,” tegasnya.
“Jangan pilih pemimpin yang mau enak-enak saja, duduk-duduk saja di Istana, makanan enak-enak. Kita kan cari pemimpin yang mau kerja keras untuk rakyatnya. Kalau ada masalah tidak menghindar tapi diselesaikan,” tambah Jokowi.
Di tempat yang sama, Ketua Relawan Alap Alap Isnaeni Muhammad Isnaini mengatakan relawan yang hadir merupakan relawan yang setia sejak tahun 2014 silam. Bahkan diantara relawan ini, termasuk Isnaini sendiri telah membantu mengkordinasikan relawan sejak Jokowi mencalonkan diri Gubernur DKI Jakarta.
“Jadi gelaran Konsolidasi Nasional di SICC tersebut bukan tanpa direncanakan. Bahkan proses konsolidasi di bawah sudah dilakukan pihaknya sejak Mei 2022,” katanya.
Ditambahkan, selain menjaga jalinan kontak, kemudian roadshow menemui semua simpul relawan dan mitra relawan, juga dilakukan pertemuan-pertemuan kecil kemudian naik tensi ke menengah. Dalam catatan Isnaini, hingga acara di Sentul, proses ini memakan waktu 13 bulan.
“Tapi sebenarnya ya sebelum pandemi, kita sudah kasak-kusuk Pilpres 2024z Momentum pertama kami di awal Juni 2022. Kami undang ke Semarang. Saat itu datang 118 simpul relawan. Lantas beberapa simpul besar, kita datangi satu per satu. Tidak sekali dua kali tetapi komunikasi intens ini kami lakukan beberapa kali. Komunikasi juga kita lakukan melalui WA Group yang kita update. Semula per regional sekarang menjadi hanya 1 WA Group Nasional. Setahun kemudian kami pertemukan simpul di Jawa dengan Luar Jawa terutama dari Indonesia Timur di Kota Surabaya. Proses inilah yang akhirnya membuahkan 93 wilayah kota/kabupaten datang di SICC,” papar Isnaini.
Disinggung petunjuk bacapres yang mana arah dukungan Jokowi, Isnaini tidak mau blak-blakan. Namun secara sinyal, ia yakin relawan dan wartawan sudah tahu kemana arah dukungan Jokowi.
“Apa Kata Jokowi,” tegasnya.
Pada Konsolidasi Nasional Jaringan Relawan Alap Alap Jokowi ini juga dihadiri Ketum PSI (Partai Solidaritas Indonesia0 Kaesang Pangarep yang ditemani penyanyi Giring Ganesha. Kedatangan kedua pun menjadi sorotan sehingga muncul kabar jika acara tersebut merupakan setingan PSI. Namun hal itu dibantah Isnaini.
“Ini murni acara relawan, kita reunian di sini. Karena kita relawan sejak 2014. Soal kenapa PSI yang hadir? Ini sesuai jargon kita, Apa Kata Jokowi, nah PSI kita undang karena kita yakin PSI apa kata Jokowi. Kalau partai lain kita kan belum tahu,” imbuhnya. [foto : Musa/teks : denim]


Tinggalkan Balasan