Femindonesia.com, JAKARTA — LAB Pictures resmi merilis trailer dan poster film horor-drama Lingsir Wengi: Motel Malioboro. Film yang disutradarai Adhe Dharmastriya, tak sekadar mengandalkan horor tapi memadukan drama, petualangan, persahabatan, dan misteri.

Ceritanya juga membawa pesan moral mengenai konsekuensi ketika seseorang mengabaikan pantangan dan aturan demi mengejar popularitas serta keuntungan dari konten viral.

Sutradara Adhe Dharmastriya mengatakan, gagasan film tersebut terinspirasi dari fenomena anak muda yang kerap mengejar perhatian di media sosial tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya.

“Banyak yang tidak mempedulikan pantangan di sebuah tempat. Hanya ingin sesuatu yang menguntungkan, ibaratnya mau viral demi dolar hijau. Nah, di sini akhirnya mereka kena karmanya sendiri,” ujar Adhe.

Menurut dia, film tersebut tidak hanya menawarkan ketegangan melalui adegan horor.

“Ada adventure-nya, ada drama, ada persahabatan berlima. Yang paling penting adalah keikhlasan dalam menjalani hidup,” katanya.

Syuting Penuh Tantangan

Produser film, Putra, mengungkapkan para pemain menjalani proses syuting dengan tuntutan fisik yang cukup berat. Sejumlah adegan membutuhkan kemampuan fisik dan dilakukan hingga larut malam.

“Saya lihat sendiri Ochi melakukan adegan lompat-lompat, ditarik ke plafon. Mereka kerja sampai begadang,” ujarnya.

Pengalaman berbeda dialami Ochi Rosdiana ketika menjalani proses produksi di sejumlah lokasi yang telah lama kosong, termasuk sebuah vila dan kawasan hutan.

Ochi mengaku sempat mengalami kondisi fisik yang kurang baik selama proses syuting. “Aku kira masih kuat tapi ternyata nggak. Akhirnya muntah-muntah. Memang nggak bisa sembarangan,” kata Ochi.

Pengalaman tersebut membuat Ochi semakin menyadari pentingnya menghargai lingkungan ketika berada di tempat yang baru.

“Ketika masuk ke tempat baru alangkah baiknya saling menghargai. Mungkin itu sinyal untuk istirahat dulu,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian yang dianggap mistis terjadi hampir setiap hari selama proses produksi.

Menariknya, Ochi menilai karakter yang diperankannya memiliki sejumlah kemiripan dengan dirinya.

“Pakde bilang karakternya seperti ini. Aku kaget, kok relate ya. Kalau penasaran nonton 22 Oktober,” ujarnya.

Sosok Gadis Putih Jadi Misteri

Salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam trailer adalah kemunculan sosok “Gadis Putih”. Kehadiran karakter tersebut justru memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai hubungan dan perannya dalam cerita.

Safa mengaku masih penasaran dengan sosok tersebut setelah menyaksikan trailer.

“Dia ngomong sama siapa ya di background putih itu? Rasanya dikhianati. Apakah ngomong sama MC atau ngomong sendiri di mimpi? Jawabannya nanti 22 Oktober,” katanya.

Vinessa menambahkan, trailer memang dirancang untuk menyisakan sejumlah teka-teki yang baru akan terjawab ketika penonton menyaksikan film secara utuh.

“Banyak banget teka-teki yang harus diungkap saat film tayang. Dan alasannya nonton karena kita ikut terbawa sama karakternya, bukan cuma takut,” ujarnya.

Yessica Tamara juga mengaku ada sejumlah detail dalam trailer yang membuatnya penasaran.

“Ada satu adegan sederhana di trailer yang membuat saya bertanya-tanya. Tapi nonton aja tanggal 22 Oktober 2026,” katanya.

Pesan tentang Mengendalikan Ego

Alif Rivelino menjadi salah satu pemain yang turut membagikan pengalamannya saat menjalani proses audisi. Salah satu adegan yang diperankannya dalam tahap tersebut merupakan momen emosional ketika karakternya bertemu kekasih yang telah meninggal dalam sebuah mimpi.

Alif menggambarkan film tersebut sebagai sebuah teka-teki yang jawabannya baru akan terlihat setelah penonton mengikuti keseluruhan cerita.

“Teka-teki. Nanti pas nonton baru ‘oh gitu’,” ujarnya.

Sementara itu, Jeff Smith menyoroti pesan yang ingin disampaikan film tersebut mengenai pentingnya saling menghargai.

“Kita ingin nunjukin hidup harus saling menghargai. Nggak cuma sama manusia, tapi sama makhluk lain juga. Caranya soft, tipis-tipis, dan kontrol ego,” kata Jeff.

Jeff juga mengaku masih merasakan ketegangan ketika menyaksikan trailer, meskipun dirinya terlibat langsung dalam proses syuting.

“Padahal saya yang syuting. Tapi tetap kaget ada kuntilanaknya,” ujarnya.

Persahabatan Para Pemain

Selain cerita horor dan misteri, kedekatan antarpemain menjadi bagian lain dari pengalaman produksi Lingsir Wengi: Motel Malioboro.

Yessica Tamara mengatakan hubungan para pemain terjalin sejak awal proses syuting dan tetap terjaga hingga setelah produksi selesai.

“Dari awal syuting kita akrab banget. Bondingnya dapat. Sampai sekarang masih sering main sama Alif. Senang bisa ngumpul lagi,” katanya.

Melalui perpaduan horor, drama, petualangan, dan persahabatan, Lingsir Wengi: Motel Malioboro membawa isu tentang ambisi mengejar popularitas sekaligus konsekuensi dari mengabaikan pantangan dan lingkungan sekitar.

Misteri sosok Gadis Putih menjadi salah satu teka-teki yang sengaja disimpan hingga film tersebut tayang di bioskop pada 22 Oktober 2026.