FEM Indonesia, Jakarta – Filsuf dan akademikus Rocky Gerung melebarkan kiprahnya ke dunia seni peran dengan tampil dalam film drama berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang.

Dalam film tersebut, Rocky Gerung akan memerankan karakter seorang koki yang menyiapkan makan malam terakhir bagi tokoh utama dan keluarganya.

Sutradara Ismail Basbeth mengungkapkan, karakter Rocky memiliki peran simbolis dalam alur cerita. “Karakter dia jadi chef atau koki. Dia menyiapkan makan malam terakhir (last supper) untuk Encek, anak, dan menantunya,” ujar Ismail dalam keterangannya.

Rocky mengaku film ini menjadi debutnya di dunia akting layar lebar. Ia berharap penampilannya dapat diterima oleh penonton. “Ini debut saya di film. Semoga berkenan di hati penonton,” kata Rocky.

Film produksi Metta Cinema ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji. Proses syuting dilakukan selama dua pekan di Yogyakarta.

Secara tematik, film ini mengangkat kisah keluarga peranakan Tionghoa Indonesia yang diwarnai trauma sejarah, termasuk peristiwa 1965 dan kerusuhan rasial 1998. Ismail mengatakan film tersebut berupaya menghadirkan potret humanis keluarga Tionghoa sebagai bagian tak terpisahkan dari kemajemukan Indonesia.

“Film ini tentang potret humanis keluarga Tionghoa yang tak terpisahkan dari kemajemukan suku di Indonesia,” ujarnya.

Cerita berpusat pada sosok Encek, seorang duda lanjut usia yang diperankan aktor senior Ferry Salim. Encek berjuang mengungkap rahasia kelam keluarganya setelah kepergian sang istri.

Selain Ferry Salim, film ini juga dibintangi Melissa Karim, Verdy Solaiman, Nicholas Anderson, Jessy Davita, dan Rocky Gerung.

Meski dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan pandangan kritis di ruang publik, Rocky menampilkan sisi berbeda dalam film ini. Ia bahkan menyampaikan refleksi filosofis terkait perannya.

“Yang tiba di batas hari, tiba karena rindu,” ujar Rocky.

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang dijadwalkan tayang pada 2026.